Norma Safitri
Institut Kesehatan dan Bisnis St Fatimah Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kompetensi Bidan dalam Continuity of Care dengan Tingkat Keberhasilan Persalinan Fisiologis Norma Safitri; Warda M; Nell Mana Baru; Cakrawati R; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.998

Abstract

Background: Physiological labor is an ideal, normal delivery process without complications. However, its success is greatly influenced by the quality of midwifery care. The concept of Continuity of Care (CoC) emphasizes the provision of continuous care from pregnancy, labor, and postpartum. Midwive’s competence in implementing CoC is believed to influence the success of physiological labor. Objective: This study aims to analyze the relationship between midwives' competence in Continuity of Care and the success rate of physiological labor. Methods: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 pregnant women assisted by midwives at primary health facilities in District X, selected using purposive sampling. Midwives' competence was measured using a valid and standardized questionnaire, while the success of physiological labor was recorded based on medical records. Data were analyzed using the Chi-Square test and logistic regression. Results: The results showed a significant relationship between midwives' competence in Continuity of Care and the success of physiological labor (p < 0.01). Pregnant women cared for by midwives with high competence were 3.2 times more likely to experience a physiological birth than those cared for by midwives with low competence (OR = 3.2; 95% CI = 1.6–6.4). Conclusion: Midwive’s competence in implementing Continuity of Care positively influences the success of a physiological birth. Improving midwives' competence through training and coaching is an important strategy to support safe and physiological births.
Korelasi Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Skrining IMS pada Kelompok Berisiko Norma Safitri; Yanti Mustarin
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1410

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di dunia maupun Indonesia. Kelompok berisiko seperti pekerja seks, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), transgender, pengguna narkoba suntik, dan individu dengan pasangan seksual berganti-ganti memiliki risiko tinggi mengalami IMS. Kepatuhan melakukan skrining IMS secara berkala merupakan strategi penting dalam mendeteksi infeksi secara dini sehingga dapat menurunkan angka penularan dan komplikasi. Namun, kepatuhan terhadap skrining masih rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama tingkat pengetahuan dan dukungan layanan kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan skrining IMS pada kelompok berisiko. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 150 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, tingkat pengetahuan, dukungan layanan kesehatan, dan kepatuhan skrining IMS. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (60,7%), memperoleh dukungan layanan kesehatan tinggi (65,3%), serta patuh melakukan skrining IMS (62,0%). Analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan skrining IMS (p<0,001) serta antara dukungan layanan kesehatan dengan kepatuhan skrining IMS (p<0,001). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan dukungan layanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan skrining IMS pada kelompok berisiko. Peningkatan edukasi kesehatan dan penguatan akses layanan kesehatan yang ramah kelompok berisiko diperlukan untuk meningkatkan cakupan skrining IMS