Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Dan Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kepatuhan Petugas Radiologi Di Instalasi Radiologi Rs Bhayangkara Palembang Tahun 2026 Harry Wahyudhy Utama; Yopania Angela
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.103

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelayanan radiologi karena petugas memiliki risiko tinggi terhadap paparan radiasi pengion. Rendahnya kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja, gangguan kesehatan, serta menurunkan mutu pelayanan radiologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 melalui edukasi dan pelatihan berbasis praktik di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Palembang Tahun 2026. Kegiatan menggunakan desain evaluasi one-group pretest-posttest, melibatkan 30 petugas radiologi, dan dilaksanakan melalui ceramah edukatif, diskusi interaktif, simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan praktik prosedur keselamatan kerja. Data pengetahuan dan kepatuhan dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rerata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dan kepatuhan dari 62 menjadi 88 (peningkatan 26 poin atau 41,9%), dengan 92% peserta mengalami peningkatan kepatuhan dalam penggunaan APD, penerapan SOP keselamatan kerja, serta kesadaran terhadap risiko radiasi. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi dan praktik langsung lebih efektif dibandingkan penyuluhan berbasis ceramah semata, karena turut membentuk perubahan perilaku, tidak hanya pengetahuan. Program ini merupakan salah satu upaya integrasi edukasi berbasis praktik yang masih jarang diterapkan secara khusus pada petugas radiologi di rumah sakit daerah, dan diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan radiologi rumah sakit.
Edukasi Dan Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kepatuhan Petugas Radiologi Di Instalasi Radiologi Rs Bhayangkara Palembang Tahun 2026 Harry Wahyudhy Utama; Yopania Angela
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.103

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelayanan radiologi karena petugas memiliki risiko tinggi terhadap paparan radiasi pengion. Rendahnya kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja, gangguan kesehatan, serta menurunkan mutu pelayanan radiologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepatuhan petugas radiologi terhadap penerapan K3 melalui edukasi dan pelatihan berbasis praktik di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Palembang Tahun 2026. Kegiatan menggunakan desain evaluasi one-group pretest-posttest, melibatkan 30 petugas radiologi, dan dilaksanakan melalui ceramah edukatif, diskusi interaktif, simulasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan praktik prosedur keselamatan kerja. Data pengetahuan dan kepatuhan dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rerata skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dan kepatuhan dari 62 menjadi 88 (peningkatan 26 poin atau 41,9%), dengan 92% peserta mengalami peningkatan kepatuhan dalam penggunaan APD, penerapan SOP keselamatan kerja, serta kesadaran terhadap risiko radiasi. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan simulasi dan praktik langsung lebih efektif dibandingkan penyuluhan berbasis ceramah semata, karena turut membentuk perubahan perilaku, tidak hanya pengetahuan. Program ini merupakan salah satu upaya integrasi edukasi berbasis praktik yang masih jarang diterapkan secara khusus pada petugas radiologi di rumah sakit daerah, dan diharapkan dapat mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan di lingkungan radiologi rumah sakit.