Pengelolaan obat rumah tangga yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, kegagalan terapi, keracunan, resistensi antibiotik, serta pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga melalui edukasi DAGUSIBU di Desa Tanjung Lubuk. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta dan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukasi. Materi yang disampaikan meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 ± 11,2 sebelum edukasi menjadi 83,7 ± 8,6 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 25,3 poin atau 43,3%. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,7% menjadi 78,3%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 26,1% menjadi 2,1%. Penurunan simpangan baku dari 11,2 menjadi 8,6 juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi menjadi lebih merata. Secara deskriptif, hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU melalui pendekatan interaktif dan media leaflet menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat untuk mendukung terbentuknya keluarga yang mampu menggunakan dan mengelola obat secara rasional, aman, dan bertanggung jawab.