Pengetahuan ibu hamil mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, dan tanda bahaya kehamilan berperan dalam pengambilan keputusan untuk memperoleh pelayanan secara tepat waktu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 32 ibu hamil. Program menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi sederhana, tanya jawab, presentasi audiovisual, serta pembagian leaflet. Pengetahuan dievaluasi secara deskriptif menggunakan pre-test dan post-test pada tiga indikator. Proporsi peserta yang mengetahui standar minimal enam kali kunjungan antenatal meningkat dari 37,5% menjadi 90,6% (kenaikan 53,1 poin persentase). Pemahaman mengenai manfaat konsumsi tablet tambah darah meningkat dari 43,8% menjadi 87,5% (43,7 poin persentase), sedangkan kemampuan menyebutkan sedikitnya tiga tanda bahaya kehamilan meningkat dari 34,4% menjadi 93,8% (59,4 poin persentase). Peningkatan terbesar terdapat pada pengenalan tanda bahaya kehamilan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi terstruktur dan interaktif berpotensi memperkuat pengetahuan langsung ibu hamil. Edukasi berkala yang terintegrasi dengan pelayanan antenatal, kelas ibu hamil, serta pendampingan kader dan keluarga diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku.