Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Praktik Puasa Sunnah dan Pembentukan Self-Regulation Santri di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru Badrus Shalih; Marzuqi Marzuqi; Muhammad Iqbal Dewantara; Sahrahman
AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/m06b8g78

Abstract

This study was motivated by the limited research on the role of voluntary fasting in developing students’ self-regulation, even though Monday–Thursday fasting and Ayyamul Bidh fasting are common practices in Islamic boarding schools (pesantren). The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected from November to December 2025 through in-depth interviews with seven students (santri), two supervising teachers (ustadz), and one boarding school administrator, supported by observations and document analysis. Data were analyzed using Moustakas’ phenomenological method. The findings reveal that voluntary fasting is understood by the students as a form of self-discipline (mujahadatun nafs) that helps them control their desires, develop time discipline through sahur (pre-dawn meals), worship, study, and breaking the fast, and strengthen their identity as santri. According to the teachers and administrators, students who regularly practice voluntary fasting tend to be more patient, disciplined, less likely to violate school regulations, and more consistent in Qur’anic memorization and muthala’ah (independent study). These findings indicate that voluntary fasting functions not only as a personal act of worship but also as an effective means of spiritual education in fostering students’ self-regulation through the internalization of tazkiyatun nafs (self-purification) values and self-control.
PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI FONDASI KETAHANAN KELUARGA Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i11.7172

Abstract

Keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak menghadapi tantangan multidimensional di era disrupsi digital pada tahun 2023, di mana degradasi moral, lemahnya komunikasi keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan globalisasi mengancam kohesi dan ketahanan keluarga. Pendidikan akhlak yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara peran keluarga sebagai lingkungan primer pembentukan karakter serta kaitannya dengan ketahanan keluarga masih relatif jarang dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran pendidikan akhlak sebagai fondasi ketahanan keluarga serta merumuskan model integratif yang menghubungkan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan akhlak dan ketahanan keluarga yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai fondasi ketahanan keluarga melalui tiga mekanisme utama: (1) internalisasi nilai-nilai akhlak seperti sabar, tanggung jawab, tawakal, dan pengendalian diri yang berfungsi sebagai sumber daya moral dalam menghadapi tekanan sosial dan tantangan kehidupan; (2) pembentukan pola komunikasi yang lebih dialogis, hubungan emosional yang lebih hangat, dan strategi penyelesaian konflik yang lebih adaptif; serta (3) penguatan kohesi dan resiliensi keluarga secara keseluruhan. Strategi implementasi pendidikan akhlak dalam keluarga mencakup keteladanan orang tua, pembiasaan religius di rumah, pemberian nasihat dan perhatian, serta komunikasi berkelanjutan antara keluarga dan lembaga pendidikan. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model AKHLAK-KELUARGA sebagai kerangka komprehensif yang mengintegrasikan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga, mempertemukan pemikiran Al-Ghazali tentang pembiasaan dan keteladanan dengan perspektif kontemporer tentang family resilience. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis pendidikan akhlak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program parenting berbasis nilai akhlak, pengembangan forum komunikasi berkala antara sekolah dan keluarga, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan akhlak yang berkelanjutan.