Keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak menghadapi tantangan multidimensional di era disrupsi digital pada tahun 2023, di mana degradasi moral, lemahnya komunikasi keluarga, serta pengaruh negatif media sosial dan globalisasi mengancam kohesi dan ketahanan keluarga. Pendidikan akhlak yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan formal, sementara peran keluarga sebagai lingkungan primer pembentukan karakter serta kaitannya dengan ketahanan keluarga masih relatif jarang dikaji secara integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran pendidikan akhlak sebagai fondasi ketahanan keluarga serta merumuskan model integratif yang menghubungkan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan akhlak dan ketahanan keluarga yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan akhlak berfungsi sebagai fondasi ketahanan keluarga melalui tiga mekanisme utama: (1) internalisasi nilai-nilai akhlak seperti sabar, tanggung jawab, tawakal, dan pengendalian diri yang berfungsi sebagai sumber daya moral dalam menghadapi tekanan sosial dan tantangan kehidupan; (2) pembentukan pola komunikasi yang lebih dialogis, hubungan emosional yang lebih hangat, dan strategi penyelesaian konflik yang lebih adaptif; serta (3) penguatan kohesi dan resiliensi keluarga secara keseluruhan. Strategi implementasi pendidikan akhlak dalam keluarga mencakup keteladanan orang tua, pembiasaan religius di rumah, pemberian nasihat dan perhatian, serta komunikasi berkelanjutan antara keluarga dan lembaga pendidikan. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model AKHLAK-KELUARGA sebagai kerangka komprehensif yang mengintegrasikan pendidikan akhlak dengan ketahanan keluarga, mempertemukan pemikiran Al-Ghazali tentang pembiasaan dan keteladanan dengan perspektif kontemporer tentang family resilience. Secara praktis, model ini dapat menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat ketahanan keluarga berbasis pendidikan akhlak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program parenting berbasis nilai akhlak, pengembangan forum komunikasi berkala antara sekolah dan keluarga, serta penguatan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan akhlak yang berkelanjutan.