Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pengolahan pada Produksi Cokelat Crispy Berbasis Opak Gambir di PT Kampung Coklat Blitar Rizka Esa Faradia; Fitriya Sinatun Ila; Annisa Rahma Dian; Cyntia Prameswari; Ida Syamsu Roidah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.338

Abstract

PT Kampung Coklat Blitar mengembangkan berbagai inovasi produk cokelat, salah satunya cokelat crispy dengan penambahan opak gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi pada proses produksi cokelata crispy serta mengkaji pengaruh penambahan opak gambir terhadap karakteristik produk yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang di PT Kampung Coklat Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi cokelat crispy meliputi tahapan refining menggunakan mesin Ball Mill selama 5-6 jam, penyimpanan massa cokelat minimal 24 jam pada intermediate room, pelelehan kembali menggunakan melter, serta penambahan opak gambir sebelum proses pencetakan. Proses refining menghasilkan massa cokelat yang homogen dan halus, sedangkan tahap penyimpanan berperan dalam menjaga kestabilan massa cokelat sebelum tahap selanjutnya. Penambahan opak gambir dilakukan pada tahap melting untuk mempertahankan tekstur renyah yang menjadi karakteristik utama produk. Perbandingan massa cokelat, opak gambir, dan minyak nabati sebesar 100 : 3 : 6. Penambahan minyak nabati membantu menjaga sifat alir massa cokelat sehingga tidak cepat mengering maupun menggumpal sebelum pencetakan. Penerapan teknologi tersebut menghasilkan produk cokelat crispy dengan tekstur halus dan sensasi renyah dari opak gambir. Namun, penambahan opak gambir membuat umur simpan produk lebih pendek, yaitu sekitar enam bulan dibandingkan varian original yang mencapai dua belas bulan. Dengan demikian, pengendalian proses dan komposisi bahan menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk cokelat crispy yang memenuhi standar mutu perusahaan.