Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan keuangan rumah tangga pembudidaya ikan skala kecil di Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Kecamatan Sibulue merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki aktivitas budidaya perikanan air payau dengan komoditas utama berupa ikan bandeng, udang vaname, kepiting, dan rumput laut. Karakteristik usaha budidaya yang memiliki risiko produksi dan fluktuasi pendapatan menyebabkan rumah tangga pembudidaya ikan memerlukan strategi pengelolaan keuangan yang baik untuk menjaga keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap rumah tangga pembudidaya ikan di beberapa desa kawasan tambak di Kecamatan Sibulue. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi pengelolaan keuangan rumah tangga pembudidaya ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan masih menggunakan pola pengelolaan keuangan secara sederhana dan belum menerapkan pencatatan keuangan berbasis manajerial. Penggunaan modal usaha masih didominasi kombinasi modal sendiri dan pinjaman dari lembaga perbankan maupun tengkulak. Selain itu, mayoritas pembudidaya belum melakukan perencanaan keuangan secara sistematis dan masih mengandalkan pengalaman dalam pengambilan keputusan usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas pengelolaan keuangan rumah tangga pembudidaya ikan masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan, literasi keuangan, dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat pesisir.