Oyib Suleman
Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya, Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merancang Ulang Pembelajaran Mendalam di Pendidikan Dasar: Kajian Reflektif-Kritis atas Integrasi Epistemologi, Progresi Kognitif, dan Etika Teknologi Wildan Nuril Ahmad Fauzi; Oyib Suleman; Miftah Parid
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 9 No. 1 (2026): MADROSATUNA
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mendalam (deep learning) semakin memperoleh perhatian dalam diskursus pendidikan kontemporer karena potensinya dalam mendorong pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan refleksi yang bermakna. Namun, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan ambiguitas konseptual akibat tumpang tindih makna antara deep learning sebagai pendekatan pedagogis dan deep learning sebagai algoritma komputasional. Kondisi ini berimplikasi pada terfragmentasinya pemahaman mengenai pembelajaran mendalam dalam pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep pembelajaran mendalam dalam pendidikan dasar melalui pendekatan studi literatur reflektif-kritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur reflektif-kritis yang berlandaskan perspektif epistemologis-humanistik. Literatur yang dianalisis berasal dari artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan pembelajaran mendalam, perkembangan kognitif, teknologi pendidikan, dan etika kecerdasan buatan. Analisis dilakukan melalui tahapan analisis genealogis-tematik, sintesis dan reinterpretasi epistemik, serta refleksi paradigmatik dan etika pengetahuan. Hasil penelitian menghasilkan empat temuan konseptual utama, yaitu pembelajaran mendalam sebagai ruang konstruksi realitas anak, ketegangan epistemologis antara pedagogi dan teknologi, progresi kognitif sebagai fondasi pembelajaran mendalam, serta refleksi etis terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam perlu dipahami sebagai proyek pedagogis yang mengintegrasikan konstruksi makna, perkembangan berpikir, pemanfaatan teknologi yang reflektif, dan tanggung jawab etis dalam pendidikan dasar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SOPAN SANTUN PESERTA DIDIK: Penelitian di SDN 1 Bugel Kecamatan Ciawi Napisa Azhar Mashuri; Oyib Suleman; Ganjar Julian Pratama3; Syarief Hasani
MADROSATUNA : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Latifah Pres

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kemerosotan akhlak dan degradasi nilai sopan santun di kalangan peserta didik saat ini menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan. Meskipun berbagai upaya pendidikan karakter telah diimplementasikan secara formal di sekolah, efektivitasnya sering kali terhambat oleh pengaruh lingkungan pergaulan dan paparan konten digital yang dikonsumsi sehari-hari. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial TikTok telah menjadi platform utama yang sangat digandrungi oleh siswa usia dasar. Hal ini menciptakan urgensi tersendiri bagi pendidik dan orang tua, mengingat pola interaksi serta konsumsi konten di platform tersebut berdampak langsung pada pembentukan karakter, terutama pada aspek kesantunan berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan TikTok terhadap karakter sopan santun siswa di SDN 1 Bugel melalui pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian melibatkan 52 responden dari kelas IV, V, dan VI yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data yang dihimpun melalui instrumen angket, observasi, dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan statistik korelasi Pearson. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat sebesar 0,696 antara penggunaan TikTok dengan perilaku siswa. Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,484, platform ini memberikan kontribusi pengaruh sebesar 48,4% terhadap pembentukan karakter sopan santun, sementara 51,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lain. Hasil ini mempertegas bahwa hipotesis kerja (Ha) diterima, yang berarti penggunaan TikTok secara signifikan berpengaruh tinggi terhadap karakter sopan santun peserta didik di SDN 1 Bugel, Kecamatan Ciawi.