Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMPN 14 KOTA BENGKULU Anche Jupinse; Dezevia Cahaya Nissa; Dina Zara Goza; Dwi Nofridi Yanti; Eka Kurnia Aprilia; Febi Mardhatillah; Haniifah Khairunnisa; Lastri Ramadini; Puspa Kelamurapati
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/3gscg705

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial dalam pendidikan abad ke-21, namun pengembangannya seringkali terhambat oleh metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan dampaknya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMPN 14 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif di dalam kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas VII pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berjalan secara efektif sesuai dengan sintaksnya, berhasil mengubah proses pembelajaran menjadi lebih berpusat pada siswa. Melalui observasi, ditemukan bahwa siswa secara aktif terlibat dalam setiap tahapan dan menunjukkan berbagai indikator kemampuan berpikir kritis, seperti kemampuan menganalisis masalah, membangun argumentasi berbasis data, mengevaluasi alternatif solusi, serta membuat kesimpulan secara logis selama proses diskusi dan presentasi. Kesimpulan, model pembelajaran Problem Based Learning merupakan strategi yang efektif dan relevan untuk diterapkan guna menstimulasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama. Saran, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau mixed-method untuk mengukur dampak secara statistik, serta diperluas pada konteks mata pelajaran atau jenjang pendidikan yang berbeda.