Pardyatmoko Pardyatmoko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbolis Sosial dalam Lirik Lagu Rumah Kita melalui Analisis Wacana Kritis Model Fairclough Anisa Puspita Sari; Dewi Kusumaningsih; Pardyatmoko Pardyatmoko; Muhlis Fajar Wicaksana; Suparmin Suparmin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i3.3004

Abstract

This study aims to analyse and elucidate the social symbolic meanings relating to the construction of self-identity and the definition of happiness hidden within the narrative of simplicity in the lyrics of the song Rumah Kita. Employing a descriptive qualitative design, this study applies Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model through three main dimensions: the textual dimension (microstructural), discourse practices (mesostructural), and sociocultural practices (macrostructural), with data comprising the lyrics of the song Rumah Kita, collected through note-taking from official digital sources. The findings regarding the textual dimension indicate that the use of agrarian vocabulary, rhetorical declarative-interrogative sentences, and the plural personal pronoun “we” strategically transforms physical limitations into identity sovereignty. Furthermore, in the discourse practice dimension, the production and consumption of the text are influenced by the empirical anxieties of urban migrants, thereby making this song a medium for mass cultural resistance. Meanwhile, in the sociocultural practice dimension, the text has the potential to serve as an instrument of counter-hegemony against 1980s capitalism by integrating the Javanese philosophy of nrimo ing pandum. The findings of this research contribute to the development of linguistic studies, particularly Critical Discourse Analysis, by enriching our understanding of how linguistic choices in song lyrics construct identity, representations of happiness, and the ideologies represented through the relationship between textual structure, discursive practices, and sociocultural context.
Strategi Penyamaran Makna Konotatif Bahasa Vulgar Tersirat dalam Lirik Lagu Tenxi Kajian Semiotika Esti Ambarwati; Dewi Kusumaningsih; Sukarno Sukarno; Pardyatmoko Pardyatmoko
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/yzqpzt67

Abstract

Makna konotatif dalam bahasa vulgar sering digunakan dalam lirik lagu sebagai sarana ekspresi emosional yang disamarkan, sehingga pesan sensitif dapat disampaikan secara estetis dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna konotatif bahasa vulgar tersirat serta mengungkap strategi penyamaran makna dalam lirik lagu Tenxi menggunakan kerangka teori semiotika Roland Barthes. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data lirik lagu Garam dan Madu (Sakit Dadaku), Attached, Coba Lagi, dan Horreg. Data yang digunakan berupa satuan lingual yang meliputi kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam lirik lagu tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan teknik simak, baca, dan catat. Analisis data mengunakan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyamaran makna terbagi menjadi dua kategori. Secara kebahasaan, penyamaran dilakukan melalui metafora, eufemisme, ambiguitas, metonimia, implikatur, serta campur kode bahasa Inggris. Secara non-kebahasaan, penyamaran dilakukan melalui aspek musikal, fonologis, dan kontekstual, sehingga makna vulgar tetap dapat disampaikan secara tersirat dan diterima oleh pendengar maupun masyarakat.