Islam di kalangan etnis Jawa di Suriname menampilkan karakteristik yang berbeda dari tanah asal akibat perbedaan antara kelompok tradisionalis yang menjaga warisan leluhur dan kelompok reformis yang berusaha memurnikan kembali ajaran Islam. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses migrasi etnis Jawa ke Suriname (1890-1939), pembentukan jati diri Muslim Jawa di Suriname (1890-1975), serta praktik tradisi keagamaan khas yang dilakukan oleh Muslim Jawa di Suriname. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis melelui studi pustaka. Metode historis digunakan untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu secara objektif ke dalam penelitian Adapun sumber primer yang digunakan berasal dari Natinonaal Archief dan dokumen-dokumen tertulis sezaman, yang dipadukan dengan analisis penelitian-penelitian sebelumnya berupa jurnal, artikel, buku, skripsi dan publikasi web terkini. Dalam penelitian ini, teknik analisis dilakukan dengan interpretasi yaitu menafsirkan dan menghubungkan fakta-fakta yang telah diverifikasi untuk memahami makna dan hubungan antara peristiwa pada sumber yang digunakan dalam penelitian ini yang telah melalui tahap verifikasi. Hasil penelitian ini adalah; sejarah migrasi etnis Jawa ke Suriname (1890-1939), bentuk identitas Muslim Jawa di Suriname (1890-1975) (kelompok tradisionalis dan kelompok reformis), dan bentuk tradisi keagamaan Muslim Jawa di Suriname khususnya slametan, juga beberapa tradisi lain; Nyadran, Sedekah Bumi dan Bodo Kupat. Disertai juga organisasi dan tokoh Muslim Jawa yang berpengaruh di Suriname. Secara teoritis, penelitian ini mendefinisikan teori diaspora dengan menunjukkan bahwa identitas migran tidak terbentuk secara replikatif, melainkan melalui negosiasi keagamaan yang penuh kompleks, sekaligus memperluas konsep identitas budaya yang memperlihatkan bagaimana ketahanan budaya yang dibawa dari tanah air. Sedangkan secara praktis, penelitian ini memberikan gambaran tentang cara menjaga identitas dan adaptasi bagi kelompok minoritas dalam ruang diaspora global.