Joan Hesti Gita Purwasih
Universiti Sains Malaysia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mewujudkan Hak Pendidikan: Implementasi Pendidikan Formal Jenjang SMA bagi Anak Didik Pemasyarakatan di LPKA Kelas I Blitar Lutfia Cempaka; Joan Hesti Gita Purwasih
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 10 No. 2 (2025): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v10i22025p190-204

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan formal jenjang SMA di LPKA Kelas I Blitar sebagai upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS). Penelitian bertujuan mendeskripsikan tantangan pengelolaan dan pembiayaan pendidikan formal yang bermitra dengan SMA YP Kotamadya Blitar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, meliputi kepala dan anggota bagian kependidikan LPKA Kelas I Blitar sebagai informan kunci, serta kepala sekolah, bagian kurikulum, guru pengajar, dan guru tim mutasi siswa SMA YP Kotamadya Blitar sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan formal di LPKA Kelas I Blitar telah sesuai dengan kurikulum nasional, meskipun masih menghadapi kendala pada aspek mutasi siswa, pembiayaan, dan keterbatasan guru. Berdasarkan teori humanistik Abraham Maslow, pendidikan di LPKA tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar ANDIKPAS, tetapi juga mendorong pengembangan diri melalui pembelajaran yang adaptif. Pendidikan formal di LPKA memberikan dampak signifikan dalam mempersiapkan ANDIKPAS untuk reintegrasi sosial, meskipun optimalisasi pengelolaan, pembiayaan, dan dukungan psikologis masih diperlukan.