Dian Purnamawati Solin
Fakultas Teknik dan Sains, UPN “Veteran” Jawa Timur, Kota Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MODIFIKASI TIANG PANCANG TERHADAP GAYA ANGKAT AKIBAT MUKA AIR TANAH M. Yusril Inza Mahendra; Yerry Kahaditu Firmansyah; Dian Purnamawati Solin
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v6i2.2783

Abstract

Abstract— Fluctuations in the groundwater table not only generate hydrostatic uplift forces on the foundation slab but also alter the consolidation characteristics of the underlying clay (A. Rifai and T. S. Kurniadi, 2023). This study on a hotel construction project aims to analyze the performance of pile foundations subjected to uplift forces due to a rise in the groundwater level of up to 2.5 meters. The analysis examines axial bearing capacity using the method by Nakazawa, K. (1983), as well as deformations specifically axial settlement and lateral deflection using the finite element method. The analysis yielded an ultimate bearing capacity of 406.9 kN. Regarding deformation, initial uplift of 42 millimeters occurred in some foundation areas, followed by an additional 2.5-meter uplift. This issue confirms that uplift forces caused by groundwater exert a significant impact that can weaken foundation capacity and increase the risk of deformation. This condition is considered hazardous to structural stability if not addressed promptly. As a mitigation measure, this study recommends optimization efforts through changes in the dimensions of structural components. The proposed solution is to increase the pile diameter from 0.6 meters to 1 meter, to ensure that the overall foundation performance remains within safe limits and meets technical requirements. Keywords — Bearing Capacity, Foundation, Uplift Force Abstrak— Fluktuasi muka air tanah tidak hanya memicu gaya angkat hidrostatik pada pelat fondasi, tetapi juga mengubah karakteristik konsolidasi tanah lempung di bawahnya (A. Rifai and T. S. Kurniadi, 2023). Penelitian mengenai proyek pembngunan hotel ini bertujuan untuk menganalisis kinerja fondasi tiang pancang yang menglami kenaikan akibat muka air tanah dengan ketinggian maksimal sepanjang 2.5 meter. Analisis ini dilakukan terhadap kapasitas daya dukung aksial dengan menggunakan metode Nakazawa, K. (1983), deformasi berupa penurunan aksial dan defleksi lateral menggunakan finite element method. Pada analisis, diperoleh kapasitas daya dukung ultimit sebesar 406.9 kN. Dari sisi deformasi, pada beberapa area fondasi mengalami kenaikan awal sepanjang 42 meter, lalu mengalami kenaikan setinggi 2.5 meter. Dari permasalahan tersebut mengonfirmasi bahwa gaya angkat akibat air tanah memberikan dampak signifikan yang dapat memperlemah kapasitas serta meningkatkan risiko deformasi pada fondasi. Kondisi ini dinilai membahayakan stabilitas struktur jika tidak segera ditangani. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini merekomendasikan upaya optimasi melalui perubahan dimensi komponen struktur. Solusi yang diusulkan adalah memperbesar diameter tiang pancang dari ukuran semula 0,6 meter menjadi 1 meter, guna memastikan seluruh kinerja fondasi tetap berada dalam batas aman dan memenuhi persyaratan teknis. Kata kunci — Daya Dukung, Fondasi. Gaya Angkat
OPTIMASI SIFAT MEKANIS TANAH LUNAK DENGAN PENAMBAHAN BAMBOO CHIPS DAN FLY ASH Karina Jelita Putri; Dian Purnamawati Solin; Karina Meilawati Eka Putri
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v6i2.2784

Abstract

Abstract— Soft soil, which is extensively distributed along the coastal regions of Indonesia, poses a significant geotechnical challenge to infrastructure development due to its characteristically low shear strength and high settlement potential. Consequently, ground improvement measures are imperative to ensure the stability and safety of structures constructed upon such deposits. Several studies have investigated the utilization of environmentally sustainable materials as alternatives for soft soil stabilization, including the incorporation of fly ash a pozzolanic industrial by-product that enhances interparticle bonding through cementitious reactions and bamboo fibre as a discrete mechanical reinforcement element proven to improve compressive strength and bearing capacity. Premised upon these findings, the present study combines both materials in the form of bamboo chips and fly ash to exploit the synergistic interaction between physical reinforcement and chemical stabilization mechanisms. This study aims to analyze the effect of bamboo chips and fly ash addition on the mechanical properties of soft soil and to determine the optimum mixture composition. Laboratory experiments were conducted comprising compaction (Proctor), Unconfined Compressive Strength (UCS), and California Bearing Ratio (CBR) tests, with bamboo chips variations of 25%, 30%, and 35% and a constant fly ash content of 15%. The results demonstrate that the most effective variation was achieved at 25% bamboo chips and 15% fly ash, yielding an undrained cohesion (Cu) of 200.345 kN/m² and a CBR value of 14.67% at 65 blows, which produced the most substantial improvement in both strength and bearing capacity of the soft soil relative to all other investigated variations. Keywords — Soft soil, Soil stabilization, Bamboo chips, Fly ash Abstrak— Tanah lunak yang tersebar luas di wilayah pesisir Indonesia menjadi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur akibat kuat geser yang rendah dan potensi penurunan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan tanah agar struktur yang dibangun di atasnya dapat berdiri dengan aman dan stabil. Beberapa penelitian mengkaji penggunaan material ramah lingkungan sebagai alternatif stabilisasi tanah lunak, di antaranya penambahan fly ash yang bersifat pozzolan untuk meningkatkan ikatan antar partikel tanah, serta serat bambu sebagai elemen perkuatan mekanis yang terbukti meningkatkan kuat tekan dan daya dukung tanah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkombinasikan keduanya dalam bentuk bamboo chips dan fly ash untuk memanfaatkan efek sinergis antara perkuatan fisik dan stabilisasi kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bamboo chips dan fly ash terhadap sifat mekanis tanah lunak serta menentukan kadar campuran optimumnya. Pengujian dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium meliputi pemadatan (Proctor), UCS, dan CBR dengan variasi bamboo chips sebesar 25%, 30%, dan 35% serta fly ash sebesar 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi paling efektif pada penambahan bamboo chips 25% dan fly ash 15%, dengan nilai Cu sebesar 200,345 kN/m2 dan nilai CBR sebesar 14,67% pada 65 tumbukan, yang memberikan peningkatan kekuatan dan daya dukung tanah lunak dibandingkan variasi lainnya. Kata kunci — Tanah lunak, Stabilisasi tanah, Bamboo chips, Fly ash