Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dimensi Kepercayaan dengan Kerentanan terhadap Hoaks Informasi Pertanian pada Kelompok Wanita Tani Uzi Briliyanti; Geraldo Adinugra Rimartin; Epsi Euriga
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7949

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penyebaran informasi pertanian melalui berbagai platform media sosial. Kemudahan akses informasi memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh pengetahuan pertanian secara cepat, namun juga meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan usaha tani. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kerentanan terhadap hoaks adalah tingkat kepercayaan terhadap sumber informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dimensi kepercayaan yang meliputi ability, benevolence, dan integrity dengan kerentanan terhadap hoaks informasi pertanian pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Migunani di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas seluruh anggota KWT Migunani sebanyak 23 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan responden terhadap sumber informasi pertanian di media sosial berada pada kategori tinggi, sedangkan tingkat kerentanan terhadap hoaks berada pada kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa dimensi ability, benevolence, dan integrity serta tingkat kepercayaan secara keseluruhan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kerentanan terhadap hoaks informasi pertanian. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sumber informasi digital bukan menjadi faktor utama yang menentukan kerentanan petani terhadap hoaks karena terdapat peran pengalaman bertani, interaksi kelompok, dan proses verifikasi melalui sumber informasi lain.