Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Latihan Manajemen Stres Mengontrol Peningkatan Tekanan Darah Pengasuh/Pendamping Anak Yanti Anggraini; Balbina Antonelda
Journal of Social Work and Empowerment Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): Journal of Social Work and Empowerment - (Februari - April 202
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v4i2.816

Abstract

Pendamping anak merupakan pengasuh bersama-sama dengan perawat berperan dalam merawat anak yang ada di Panti. Kriteria yang harus dipenuhi sebagai pengasuh adalah dapat mengontrol emosi, banyak sabar, telaten, disiplin, dan berbagi kasih sayang. Kriteria yang tidak terpenuhi menjadi salah satu penyebab timbulnya stress pada pengasuh sehingga memicu meningkatnya tekanan darah. Kondisi ini disebabkan oleh beban kerja yang berlebih serta kurangnya informasi tentang cara memanajemen stress. Sehingga ini menentukan respon perngasuh terhadap merawat anak. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk melatih manajemen stress dalam mengontrol peningkatan tekanan darah pengasuh anak. PKM ini diberikan kepada 15 orang pengasuh anak yang bersedia terlibat dalam kegiatan, dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024 berlokasi di Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa Cipayung Jakarta Timur. Bentuk kegiatan adalah memberikan pre dan pos tes diikuti dengan pemberian edukasi tentang hipertensi. Selanjutnya partisipan mengisi kuesioner survey derajat stress menggunakan instrument Stres diadop dari point DASS dilanjutkan dengan latihan manajemen stress. Hasil PkM menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari kategori cukup menjadi kategori baik tentang hipertensi. Hasil survey derajat stress adalah semua partisipan dikategorikan stress ringan dengan alasan stress terbanyak adalah faktor lingkungan eksernal Panti, dan semua partisipan mengikuti latihan manajemen stress. Semua partisipan mengungkapkan sudah mampu mengenal perubahan pada dirinya sebagai deteksi adanya stress dan mampu memilih strategi manajemen stress yang efektif dan efisien. Kesimpulan dari kegiatan PKM latihan manajemen stress membantu mengontrol peningkatan tekanan darah pengasuh, peningkatan tekanan darah partispan tidak disebabkan oleh stress sehingga disarankan pihak Panti selalu mensuport pengasuh dengan memperhatikan rasio beban kerja, serta mensuport pengasuh untuk menerapkan manajemen stress dalam kehidupan sehari-hari.
Impelementasi Terapi Suportif Pada Kelompok Masyarakat dengan Riwayat Stroke di Kelurahan Cawang Balbina Antonelda Marled Wawo; Yanti Anggraini; Lutrisia Maria; Widia Putri
Journal of Social Work and Empowerment Vol 5 No 3 (2026): Journal of Social Work and Empowerment - Juni 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v5i3.1127

Abstract

Stroke menggambarkan perubahan neurologis akibat gangguan aliran darah pada otak. Stroke dapat terjadi secara mendadak dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 tercatat jumlah kasus stroke di Indonesia cukup tinggi yaitu 1.789.261 jiwa. Depresi, ketakutan, dan kecemasan merupakan beberapa gejala psikologis pasca stroke yang seringkali kurang mendapatkan perhatian dan terlewatkan sehingga tidak terdiagnosis. Terapi suportif merupakan salah satu bentuk terapi nonfarmakologis yang disarankan dapat diberikan pada pasien dengan penyakit kronis. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawatan pasien stroke dirumah dan mengembangkan skill terapi supportif serta Latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien stroke. Kegiatan Pk Mini dilaksanakan tanggal 12 Februari 2026 pukul 08.00-12.00 WIB di Kelurahan Cawang yang diikuti oleh 8 peserta pasca stroke. Kegiatan PkM ini diawali dengan peserta diukur tekanan darah, nadi, berat badan dan mengisi kuesioner, mengikuti latihan terapi supportif, mendengarkan materi dan praktek Latihan ROM dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan ini adalah peserta terbanyak laki-laki sebanyak 7 orang (90%). Usia lansia terbanyak 5 orang (62,5%), tanda-tanda vital dalam batas normal (100%), tidak mengalami depresi (100%), pengetahuan cukup dalam perawatan pasca stroke (100%) dan Riwayat penyakit stroke mulai dari 1 – 31 tahun. Kesimpulan kegiatan PkM adalah terapi suportif, pemberian materi perawatan pasien pasce stroke di rumah dan Latihan ROM bisa meningkatkan pengetahuan dan skill pasien stroke dalam mengatasi depresi dirumah. Implikasi agar terapi suportif, perawatan pasien stroke dan Latihan ROM bisa dilakukan oleh pasien stroke di rumah dalam mengurangi depresi dan meningkatkan aktivitas fisik dan perawatan dirumah.