Yogi Banar Sasongko
Lembaga Pengabdian Masyarakat, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Kesehatan dan Pemeriksaan Medis Sebagai Upaya Preventif Kesehatan Masyarakat di Desa Nailan, Kecamatan Slahung Yusa Amin Nurhuda; Dzaky valanda bifado; Mohammad Nasril Anwar Ar-rijal; Syauqi dhiyaul haq; Muhammad Nazih Harahap; Mohamad Wisnu Aji Pambayun; Fathan Fauzan Alhakim; Yogi Banar Sasongko
Journal of Social Work and Empowerment Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): Journal of Social Work and Empowerment - (Februari - April 202
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v4i2.827

Abstract

Kesehatan lansia menjadi isu penting di wilayah pedesaan yang sering terabaikan akibat terbatasnya akses layanan medis dan minimnya edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lansia di Desa Nailan melalui kegiatan medical check-up dan edukasi kesehatan berbasis partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital Omron HEM-7120, pengukuran gula darah dengan glukometer Accu-Chek Performa, wawancara semi-terstruktur, serta penyuluhan kesehatan oleh tim medis dari RS Yasfin UNIDA Gontor. Hasil menunjukkan bahwa 65% lansia mengalami hipertensi, 40% memiliki kadar gula darah di atas normal, 55% mengeluhkan nyeri sendi kronis, dan 30% mengalami gangguan psikososial. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung dan interaktif terbukti meningkatkan kesadaran, motivasi, serta partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu melalui pemeriksaan medis dan edukasi berbasis komunitas mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya program kesehatan berkelanjutan yang melibatkan kader kesehatan desa untuk pemantauan rutin dan pemberdayaan masyarakat secara sistematis.
Pendampingan Digitalisasi Pemasaran Bagi UMKM Griya Grabah Melalui Pembuatan Iklan dan Desain Logo di Desa Gombang, Slahung, Ponorogo Defi Firmansah; Muhammad Fatahul Arief; Akhdan Favian Aptaputra; Naufal Zharfan Fadhil; Dicky Ferdiansyah Damanik; Azra Shaquille Nugraha; Mohammad Rizqi Abdillah; Pujangga Aji; Febri Fitrah Muliawan; Dzaky Valanda Bifaldo; Yogi Banar Sasongko
Journal of Social Work and Empowerment Vol 4 No 3 (2025): Vol 4 No 3 (2025): Journal of Social Work and Empowerment - (Mei- Juli 2025)
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v4i3.834

Abstract

Digitalisasi pemasaran menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing, terutama di sektor kerajinan lokal seperti gerabah. UMKM Griya Grabah di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, masih menghadapi kendala dalam hal pemahaman dan penerapan strategi pemasaran digital, khususnya dalam membangun identitas merek (branding) dan pemanfaatan media sosial. Melalui program pengabdian masyarakat berbasis Participatory Action Research (PAR), tim pengabdi dari Universitas Darussalam Gontor melakukan pendampingan dalam bentuk pelatihan pembuatan logo, desain konten iklan, serta optimalisasi platform digital untuk pemasaran. Program ini melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi strategi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dalam memahami pentingnya identitas visual dan keterampilan teknis dalam pembuatan materi promosi digital. Program ini juga berdampak pada peningkatan visibilitas produk di media sosial serta membangun pondasi branding yang lebih profesional. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan kontekstual, pendampingan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi dalam pemberdayaan UMKM lain di wilayah pedesaan.