Kesehatan lansia menjadi isu penting di wilayah pedesaan yang sering terabaikan akibat terbatasnya akses layanan medis dan minimnya edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lansia di Desa Nailan melalui kegiatan medical check-up dan edukasi kesehatan berbasis partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Participatory Action Research (PAR) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital Omron HEM-7120, pengukuran gula darah dengan glukometer Accu-Chek Performa, wawancara semi-terstruktur, serta penyuluhan kesehatan oleh tim medis dari RS Yasfin UNIDA Gontor. Hasil menunjukkan bahwa 65% lansia mengalami hipertensi, 40% memiliki kadar gula darah di atas normal, 55% mengeluhkan nyeri sendi kronis, dan 30% mengalami gangguan psikososial. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung dan interaktif terbukti meningkatkan kesadaran, motivasi, serta partisipasi lansia dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu melalui pemeriksaan medis dan edukasi berbasis komunitas mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya program kesehatan berkelanjutan yang melibatkan kader kesehatan desa untuk pemantauan rutin dan pemberdayaan masyarakat secara sistematis.
Copyrights © 2025