Ghulam Mushthofa
Research group, Univeristas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Nilai-Nilai Sosial Keislaman Berbasis Komunitas Melalui Kegiatan Bersih Desa dan Tabligh Akbar di Desa Slahung, Ponorogo Novan Fatchu Alafianta; Muhammad Irkham Firdaus; M. Aqil Zhafran; Ghulam Mushthofa; Hafiz Aqila; Ahmad Dayyan; Ahmad Muwahid; Brilliant Daffa
Journal of Social Work and Empowerment Vol 4 No 3 (2025): Vol 4 No 3 (2025): Journal of Social Work and Empowerment - (Mei- Juli 2025)
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v4i3.883

Abstract

Nilai-nilai sosial keislaman seperti gotong royong, ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan partisipasi keagamaan merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat muslim, khususnya di lingkungan pedesaan. Namun, arus individualisme dan melemahnya tradisi sosial mulai mengikis nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kembali nilai-nilai sosial keislaman melalui kegiatan Bersih Desa dan Tabligh Akbar di Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor selama satu bulan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, penyebaran angket, dan FGD. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek gotong royong (dari skor 60 menjadi 85), ukhuwah Islamiyah (58 menjadi 84), kepedulian sosial (55 menjadi 82), dan partisipasi keagamaan (57 menjadi 83).Pengabdian ini memberikan kontribusi praktis terhadap revitalisasi nilai sosial berbasis Islam dan kontribusi teoritis terhadap pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis tradisi lokal yang Islami. Model ini dapat direplikasi pada konteks sosial budaya serupa guna mendukung pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.