Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Object of Islamization of Contemporary Human Knowledge (IOCHK) Nazia Dinia; Novan Fatchu Alafianta
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v6i2.8246

Abstract

The term Islamization is defined in a variable manner by different Muslim intellectuals’ conditional upon their background and field of interest. There are more than twenty Muslim scholars who defined the phrase IOCHK with different connotations, concepts, and theories that one may be complementary to the other and may also opposing one another. This article attempts to analyses and classifies the definition of IOCHK based on the scientific research program of Imre Lakatos and the theory of scientific paradigm of Thomas Kuhn. According to them, there are three pivotal aspects of science: namely Hard Core, Hypothesis and series of theories. The researcher will apply the method of content analysis by comparing, contrasting and classifying different aspects. Using an analytical approach, this paper concludes that there are three main objects of IOCHK: Worldview, Paradigm and Theories or Branch of Knowledge. In addition, the researcher also attempts to resolve the problem of the definition of IOCHK. This could also remove some misunderstandings and unfounded criticisms designated by other Muslim scholars.
The Object of Islamization of Contemporary Human Knowledge (IOCHK) Nazia Dinia; Novan Fatchu Alafianta
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v6i2.8246

Abstract

The term Islamization is defined in a variable manner by different Muslim intellectuals’ conditional upon their background and field of interest. There are more than twenty Muslim scholars who defined the phrase IOCHK with different connotations, concepts, and theories that one may be complementary to the other and may also opposing one another. This article attempts to analyses and classifies the definition of IOCHK based on the scientific research program of Imre Lakatos and the theory of scientific paradigm of Thomas Kuhn. According to them, there are three pivotal aspects of science: namely Hard Core, Hypothesis and series of theories. The researcher will apply the method of content analysis by comparing, contrasting and classifying different aspects. Using an analytical approach, this paper concludes that there are three main objects of IOCHK: Worldview, Paradigm and Theories or Branch of Knowledge. In addition, the researcher also attempts to resolve the problem of the definition of IOCHK. This could also remove some misunderstandings and unfounded criticisms designated by other Muslim scholars.
Implementation of Fiqh Muamalah Contracts in Electronic Money (E-Money) Transactions Muhammad Irkham Firdaus; Aliyya Lathifa Daniswara; Novan Fatchu Alafianta; Aang Asari
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10, No 1 (2023): January
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v10i1.21087

Abstract

Money is a medium of exchange in economic activities that always changes from time to time, both in form, intrinsic value, and extrinsic value. Electronic money (e-money) is currently emerging, which is used as a means of micro-payments that can process payments more quickly, easily, efficiently, and safely. The research objective is to discuss the implementation of muamalah fiqh contracts in electronic money transactions. This type of research is qualitative research with library methods. The results of this study show that electronic money transactions in fiqh muamalah are legally permissible or permissible as long as they do not conflict with the principles of Islamic law. Muamalah fiqh contracts implemented in electronic money transactions are divided into two. The first is between the issuer and the holder of electronic money using a wadiah contract and a qard contract. Second, the publisher and organizer use ijarah, sell, and wakalah bil ujrah contracts. In conclusion, electronic money transactions (e-money) can use fiqh muamalah contracts.
Pemberdayaan Santri dalam Pengeloaan Akun Youtube sebagai Wakaf Produktif Pesantren Darul Hikmah Ponorogo Muhammad Irkham Firdaus; Novan Fatchu Alafianta; Bambang Setyo Utomo; Fajar Satriyawan Wahyudi
Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi 7
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnalaksiafirmasi.v5i1.1223

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah pondok Pesantren Darul Hikmah Ponorogo. Yang mana Pesantren ini merupakan lembaga yang berbasis wakaf, sehingga seluruh aset pada Pesantren tersebut adalah aset wakaf. Salah satu aset wakaf yang berpotensi untuk dikembangkan adalah channel YouTube Darul Himah TVJadi kegitan pengabdian masyarakat ini adalah tindak lanjut dari kegiatan mitra, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan manajemen pengelolan wakaf produktif yang berupa konten YouTube, dan sekaligus melatih pembuatan konten video yang lebih menarik, sehingga dapat mendukung tujuan utama PKM ini yaitu keberlangsungan Ekonomi Digital. Akan tetapi terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pihak mitra, pertama permasalahan pengetahuan, dimana pihak mitra minim pemahaman dan kesadarannya dalam mengelola wakaf produktif berupa konten video YouTube, serta minimnya skill dan kreatifitas santri dalam membuat konten video. Kedua permasalahan manajemen, minimnya keaktifan santri dalam memberdayakan channel Darul Hikmah TV Maka solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut adalah mengupayakan meningkatkan pemahaman santri terhadap pengelolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, serta meningkatkan keaktifan, skill, dan kreatifitas santri dalam pembuatan konten video. Motede yang digunakan adalah penyuluhan terhadap penggolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, pelatihan skill dan kreativitas pembuatan konten video, dan pendampingan dalam mengupayakan keaktivan santri.
Implementasi Konsep Final Spending Monzer Kahf dalam Meningkatkan Pendapatan Nasional Firdaus, Muhammad Irkham; Pradhana, Theo Aditya; Alafianta, Novan Fatchu; Tifani, M. Akhlis Azamuddin; Aziz, Muhammad Abdul
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.5016

Abstract

AbstractThe benchmark for improving a country's economy is determined by the amount of national income generated from various sectors. National income is influenced by several factors, namely aggregate demand and supply, investment, consumption, and savings. In order to increase the national income of a country, new instruments are needed in the economic system. The Final spending Monzer Kahf concept offers a new policy that connects factors that affect national income with zakat, infaq, and shadaqah instruments. This study aims to link the concept of Monzer Kahf's final spending with an increase in state income. This type of research is Library Research, where the data sources are taken from books, journal articles, and other documentation. While the method used is a qualitative descriptive method. The results of this study are that the concept of final spending by Monzer Kahf is the final expenditure for a Muslim consumer, spending on needs that are in accordance with maslahah  and the obligation to pay zakat-infaq for mustahik zakat. Because with zakat, public consumption will increase, this is because the muzakki will help the needy and poor in meeting their needs, so that it will affect supply and demand, which will also increase national income in a country. AbstrakTolak ukur peningkatan perekonomian suatu negara ditentukan oleh jumlah pendapatan nasional yang dihasilkan dari berbagai sektor. Pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu permintaan dan penawaran agregate, investasi, konsumsi, dan tabungan. Guna meningkatkan pendapatan nasional sebuah negara, maka diperlukan instrumen baru dalam sistem perekonomian. Konsep Final spending Monzer Kahf menawarkan kebijakan baru yang menghubungkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional dengan instrumen zakat, infak, dan shadaqah. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kosep final spending Monzer Kahf dengan peningkatan pendapatan negara. Jenis penelitian ini adalah Library Research, dimana sumber data yang diambil dari buku, artikel jurnal, dan dokumentasi yang lainnya. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode disktiptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konsep final spending Monzer Kahf adalah pembelanjaan akhir bagi seorang konsumen Muslim, pembelanjaan kebutuhan yang sesuai dengan maslahah  dan kewajiban membayar zakat-infak bagi para mustahik zakat. Karena dengan adanya zakat, konsumsi masyarakat akan meningkat, hal ini disebabkan oleh para muzakki akan membantu fakir dan miskin dalam memenuhi kebutuhan, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran, yang sekaligus akan menambah pendapatan nasional dalam suatu negara.
Implementasi Konsep Final Spending Monzer Kahf dalam Meningkatkan Pendapatan Nasional Firdaus, Muhammad Irkham; Pradhana, Theo Aditya; Alafianta, Novan Fatchu; Tifani, M. Akhlis Azamuddin; Aziz, Muhammad Abdul
MUSLIM HERITAGE Vol 8 No 2 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i2.5016

Abstract

AbstractThe benchmark for improving a country's economy is determined by the amount of national income generated from various sectors. National income is influenced by several factors, namely aggregate demand and supply, investment, consumption, and savings. In order to increase the national income of a country, new instruments are needed in the economic system. The Final spending Monzer Kahf concept offers a new policy that connects factors that affect national income with zakat, infaq, and shadaqah instruments. This study aims to link the concept of Monzer Kahf's final spending with an increase in state income. This type of research is Library Research, where the data sources are taken from books, journal articles, and other documentation. While the method used is a qualitative descriptive method. The results of this study are that the concept of final spending by Monzer Kahf is the final expenditure for a Muslim consumer, spending on needs that are in accordance with maslahah  and the obligation to pay zakat-infaq for mustahik zakat. Because with zakat, public consumption will increase, this is because the muzakki will help the needy and poor in meeting their needs, so that it will affect supply and demand, which will also increase national income in a country. AbstrakTolak ukur peningkatan perekonomian suatu negara ditentukan oleh jumlah pendapatan nasional yang dihasilkan dari berbagai sektor. Pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu permintaan dan penawaran agregate, investasi, konsumsi, dan tabungan. Guna meningkatkan pendapatan nasional sebuah negara, maka diperlukan instrumen baru dalam sistem perekonomian. Konsep Final spending Monzer Kahf menawarkan kebijakan baru yang menghubungkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional dengan instrumen zakat, infak, dan shadaqah. Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan kosep final spending Monzer Kahf dengan peningkatan pendapatan negara. Jenis penelitian ini adalah Library Research, dimana sumber data yang diambil dari buku, artikel jurnal, dan dokumentasi yang lainnya. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode disktiptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konsep final spending Monzer Kahf adalah pembelanjaan akhir bagi seorang konsumen Muslim, pembelanjaan kebutuhan yang sesuai dengan maslahah  dan kewajiban membayar zakat-infak bagi para mustahik zakat. Karena dengan adanya zakat, konsumsi masyarakat akan meningkat, hal ini disebabkan oleh para muzakki akan membantu fakir dan miskin dalam memenuhi kebutuhan, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi permintaan dan penawaran, yang sekaligus akan menambah pendapatan nasional dalam suatu negara.
Pendampingan Guru dalam Membangun Minat Baca Al-Qur’an di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Ashari, Riza; Lahuri, Setiawan Bin; Harris, Jaudat Iqbal; Alafianta, Novan Fatchu; Nurcholis, Agung
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1167

Abstract

This community service activity focuses on assisting Quran Education Center (TPA) teachers in Siman District, Ponorogo Regency, with an emphasis on increasing students' interest in reading the Quran according to the discipline of tajweed. The objective of this community service is to address the challenges faced in Quran learning in the area, including the need for curriculum adjustments and suitable teaching methods. The assistance was carried out by five educators from Darussalam Gontor University over a specific period and involved 16 TPAs around the campus. The implementation methods included training in Reading, Storytelling, and Singing (BCM), Tahsin Qiro'ah training, inter-TPA competitions, art performances, and TPA graduation ceremonies (Quran khataman). The results showed an increase in students' interest, talent identification, talent development monitoring, as well as academic achievements such as Quran memorization and tajweed knowledge. Another significant outcome of this community service is providing a comprehensive overview of efforts to improve the quality of Quranic education in TPAs, emphasizing the importance of combining engaging learning approaches with the application of tajweed knowledge. Activities such as inter-TPA competitions and art performances were integrated to stimulate learning enthusiasm and foster Islamic character among the younger generation.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini berupa kegiatan pendampingan pengajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, dengan fokus pada peningkatan minat santri dalam membaca Al-Quran sesuai dengan disiplin ilmu tajwid. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran Al-Quran di daerah tersebut, termasuk kurikulum dan metode pembelajaran yang perlu disesuaikan. Pendampingan dilakukan oleh lima tenaga pendidik Universitas Darussalam Gontor selama periode tertentu dan melibatkan 16 TPA di sekitar kampus. Metode pelaksanaan pendampingan mencakup pelatihan Baca, Cerita, dan Menyanyi (BCM), pelatihan Tahsin Qiro'ah, perlombaan antar TPA, pentas seni, dan wisuda TPA (khataman Al-Quran). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat santri, identifikasi bakat, pemantauan perkembangan bakat, serta pencapaian akademis seperti hafalan Al-Quran dan pengetahuan tajwid. Hasil penting lainnya dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan gambaran komprehensif tentang upaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran di TPA, menekankan pentingnya memadukan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dengan penerapan ilmu tajwid. Kegiatan seperti perlombaan antar TPA dan pentas seni diintegrasikan untuk merangsang semangat belajar dan membangun karakter islami pada generasi muda.
Pemberdayaan Santri dalam Pengeloaan Akun Youtube sebagai Wakaf Produktif Pesantren Darul Hikmah Ponorogo Muhammad Irkham Firdaus; Alafianta, Novan Fatchu; Utomo, Bambang Setyo; Wahyudi, Fajar Satriyawan
Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 5 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnalaksiafirmasi.v5i1.1223

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah pondok Pesantren Darul Hikmah Ponorogo. Yang mana Pesantren ini merupakan lembaga yang berbasis wakaf, sehingga seluruh aset pada Pesantren tersebut adalah aset wakaf. Salah satu aset wakaf yang berpotensi untuk dikembangkan adalah channel YouTube Darul Himah TVJadi kegitan pengabdian masyarakat ini adalah tindak lanjut dari kegiatan mitra, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan manajemen pengelolan wakaf produktif yang berupa konten YouTube, dan sekaligus melatih pembuatan konten video yang lebih menarik, sehingga dapat mendukung tujuan utama PKM ini yaitu keberlangsungan Ekonomi Digital. Akan tetapi terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pihak mitra, pertama permasalahan pengetahuan, dimana pihak mitra minim pemahaman dan kesadarannya dalam mengelola wakaf produktif berupa konten video YouTube, serta minimnya skill dan kreatifitas santri dalam membuat konten video. Kedua permasalahan manajemen, minimnya keaktifan santri dalam memberdayakan channel Darul Hikmah TV Maka solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut adalah mengupayakan meningkatkan pemahaman santri terhadap pengelolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, serta meningkatkan keaktifan, skill, dan kreatifitas santri dalam pembuatan konten video. Motede yang digunakan adalah penyuluhan terhadap penggolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, pelatihan skill dan kreativitas pembuatan konten video, dan pendampingan dalam mengupayakan keaktivan santri.
Implementation of Fiqh Muamalah Contracts in Electronic Money (E-Money) Transactions Firdaus, Muhammad Irkham; Daniswara, Aliyya Lathifa; Alafianta, Novan Fatchu; Asari, Aang
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v10i1.21087

Abstract

Money is a medium of exchange in economic activities that always changes from time to time, both in form, intrinsic value, and extrinsic value. Electronic money (e-money) is currently emerging, which is used as a means of micro-payments that can process payments more quickly, easily, efficiently, and safely. The research objective is to discuss the implementation of muamalah fiqh contracts in electronic money transactions. This type of research is qualitative research with library methods. The results of this study show that electronic money transactions in fiqh muamalah are legally permissible or permissible as long as they do not conflict with the principles of Islamic law. Muamalah fiqh contracts implemented in electronic money transactions are divided into two. The first is between the issuer and the holder of electronic money using a wadiah contract and a qard contract. Second, the publisher and organizer use ijarah, sell, and wakalah bil ujrah contracts. In conclusion, electronic money transactions (e-money) can use fiqh muamalah contracts.
A maqashid sharia perspective on thrifting: Case study of imported secondhand clothing at Sederek Store Yogyakarta Alafianta, Novan Fatchu; Fadhilah, Zahro Inayatul; Dinia, Nazia
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Asy-Syari'ah: Jurnal Hukum Islam, June 2025
Publisher : LP3M Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v11i2.2170

Abstract

The thrifting trend is gaining popularity in Indonesia and is favored by many consumers, mainly due to the rise of the “hype-thrift” phenomenon in the fashion industry. According to a Goodstats survey, 49.4% of respondents reported purchasing secondhand clothing through thrifting. However, the Indonesian government prohibits the import of used clothing under MOT Regulation No. 51/M-DAG/PER/7/2015, as it contradicts trade policies and poses risks to the domestic textile industry. Despite this regulation, the thrifting practice continues to grow rapidly and is challenging to control. This research aims to analyze the practice of buying and selling imported secondhand clothing at Sederek Store Yogyakarta from the perspective of Maqashid Sharia. Employing a qualitative-descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Miles and Huberman’s model, consisting of data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings reveal that Sederek Store operates physically and digitally through Instagram and TikTok, offering cleaned and curated secondhand clothing. Although the business does not fully align with the Maqashid Sharia principle of property preservation (hifdz al-mal) due to its potential impact on the local economy, it supports four other objectives: protecting religion, life, intellect, and progeny. The study recommends that Sederek Store prioritize hygiene and transparency while promoting Islamic values in commerce. Additionally, consumers should exercise critical awareness when purchasing and the government is urged to enforce regulations while accommodating the interests of all stakeholders involved.