Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interactive learning dalam implementasi differentiated instruction pada sekolah inklusif. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara idealitas pendidikan inklusif dan praktik pembelajaran di kelas yang cenderung seragam, sehingga diperlukan pendekatan pedagogis yang lebih fleksibel, partisipatif, dan responsif terhadap keberagaman peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review dan analisis tematik terhadap 26 artikel yang relevan dari berbagai basis data akademik, seperti Scopus, ERIC, SpringerLink, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa interactive learning berperan penting dalam mendukung differentiated instruction melalui teknologi interaktif, pembelajaran kolaboratif, komunikasi dialogis, dan asesmen formatif yang memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, produk, dan lingkungan belajar secara dinamis. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan, partisipasi, hasil belajar, dan rasa percaya diri peserta didik dalam kelas inklusif. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan multidimensional, seperti rendahnya pemahaman epistemologis guru, keterbatasan kompetensi pedagogis, beban administratif, kesenjangan teknologi, dan resistensi terhadap perubahan pedagogis. Penelitian ini menegaskan bahwa interactive learning dan differentiated instruction merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam membangun pendidikan inklusif yang humanis, demokratis, dan berkeadilan