Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Shadow Teacher dalam Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab Melalui Pembelajaran Deep Learning Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Labschool 3 Kota Surabaya: Penelitian Satrio Dwi Laksono; Wavi Elwijayanti; Yuniar Pramestya Wardhani; Rega Yeni Afelia; Anissa Rizki Suwardani; Indria Widayana; Zul’fatul Safaati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.6981

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi shadow teacherdalam meningkatkan karakter tanggung jawab akademik murid berkebutuhan khusus melalui pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Labschool 3 Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain penelitian studi kasus. Penelitian ini menggunakan Teori Scaffolding dari Lev Vygotsky dan Teori Pendidikan Karakter dari Thomas Lickona. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan shadow teacher yang mendampingi murid autisme dan slow learner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shadow teacher menggunakan metode scaffolding, seperti penyederhanaan instruksi, arahan verbal, penggunaan media visual, pembagian tugas besar menjadi tugas-tugas kecil, pemberian feedbackpositif, dan pembiaran terkontrol. Hal tersebut dilakukan untuk membantu murid berlatih menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Strategi ini dapat membantu murid menyelesaikan tugas, mengikuti kelas, dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok sesuai kemampuannya. Kendala utama yang muncul dari upaya mengimplementasikan strategi tersebut meliputi, keterbatasan waktu pendampingan, kompleksitas materi Pendidikan Pancasila, kondisi emosional murid, dan keterbatasan fokus murid. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama antara shadow teacher, guru mata pelajaran, dan lingkungan sekolah sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran inklusif.