Kezia Syafa Zahrani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pekerja Sosial Melalui Program Sekolah Budaya dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Eks-Lokalisasi Dolly Surabaya Kezia Syafa Zahrani; Desika Putri Mardiani
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial melalui Program Sekolah Budaya dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di eks-lokalisasi Dolly Surabaya. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri sebagian anak akibat stigma sosial, kondisi lingkungan, dan keterbatasan dukungan yang memengaruhi perkembangan sosial-emosional mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di Program Sekolah Budaya eks-lokalisasi Dolly Surabaya. Subjek penelitian terdiri atas enam informan yang meliputi pendamping Program Sekolah Budaya dan relawan yang terlibat secara langsung dalam proses pendampingan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial menjalankan empat peran utama, yaitu sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang belajar dan kegiatan yang mendukung pengembangan potensi anak, sebagai motivator melalui pemberian dorongan dan penguatan positif, sebagai konselor dengan memberikan pendampingan emosional sesuai kebutuhan anak, serta sebagai mediator yang membangun kerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak pendukung program. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara keluarga, masyarakat, komunitas, dan relawan, sedangkan hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan karakter anak, rendahnya rasa percaya diri sebagian anak, serta keterbatasan komunikasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, Program Sekolah Budaya berperan positif dalam meningkatkan keberanian anak untuk tampil, berpendapat, berpartisipasi aktif, dan mengekspresikan diri secara lebih percaya diri.