Indah Rastika Sari
Universitas Serambi Mekkah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trauma Healing Anak Pasca-Banjir Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif Indah Rastika Sari; Muhammad Syarif
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 14 No. 1 (2026): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floods in Gampong Beurawang, Pidie Jaya, have caused significant psychological impacts on children, including stress, fear, and difficulties in post-disaster adaptation. This study aims to describe the implementation of trauma healing for children after floods using an educational and communicative approach. A qualitative descriptive method with a field study was employed, including observations, interviews, and documentation conducted on January 11, 2025. The findings indicate that trauma healing combining  educational  games,  group  activities,  and  empathetic communication enhances children’s emotional regulation, social participation, and self-confidence. Children were able to express feelings, collaborate, and develop social skills through positive interactions with facilitators. The educational and communicative approach also strengthened children’s coping mechanisms, supporting recovery from trauma and providing meaningful learning experiences. These results underscore the importance of a holistic trauma healing model for children in post-disaster contexts.
Filsafat Pendidikan Ibnu Sina dan Relevansinya dalam Pengembangan Pendidikan Holistik Hartati Hartati; Abdul Madjid; Indah Rastika Sari; Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i2.88

Abstract

Ibnu Sina (980–1037 M) merupakan salah satu filsuf dan ilmuwan Muslim terbesar dalam sejarah peradaban Islam yang memberikan kontribusi sangat luas, khususnya dalam bidang filsafat, kedokteran, dan pendidikan. Pemikirannya tidak hanya berpengaruh pada dunia Islam, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Dalam konteks pendidikan, Ibnu Sina menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan rasional dan nilai-nilai spiritual sebagai landasan utama dalam membentuk manusia yang sempurna (insan kamil). Konsep ini menjadi cikal bakal pendekatan pendidikan holistik yang memandang peserta didik sebagai makhluk utuh, bukan semata-mata objek transfer pengetahuan.Penelitian ini membahas secara analitis filsafat pendidikan Ibnu Sina dengan menyoroti prinsip-prinsip dasar yang meliputi tujuan pendidikan, struktur kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru dalam proses pendidikan. Menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi akal, moral, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, sementara metode pembelajaran perlu menekankan keteladanan, pembiasaan, dan dialog rasional. Guru dipandang sebagai figur sentral yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing pembentukan karakter. Pemikiran pendidikan Ibnu Sina tetap relevan dengan paradigma pendidikan holistik modern yang mengedepankan keseimbangan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan moral peserta didik