Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Nilai Moral Knowing Pada Kisah Uwais Al–Qarni Molyna Stephany; Asnawi Asnawi; Rapita Aprilia; Hartati Hartati

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jeis.v4i2.9850

Abstract

Studi ini bermaksud untuk membahas pendidikan karakter nilai moral Knowingpada kisah Uwais Al- Qarni yang mengajarkan pemahaman tentang nilai-nilai etika yang baik sehingga membantu permasalahan Degradasi moral yang terjadi pada peserta didik sekolah dasar. Definisi Degradasi moral yang dimaksud adalah kemerosotan nilai- nilai yang mempengaruhi cara bersikap serta perilaku di lingkungannya. Nilai moral dapat didefinisikan sebagai suatu  keyakinan yang menentukan apa yang dianggap benar atau salah dalam perilaku manusia dan akan mempengaruhi tindakan serta keputusan seorang individu yang sejalan dengan nilai- nilai moral yang berlaku di masyarakat. Masalah pendidikan nilai moral knowing akan dibahas dengan menganalisis buku kisah Uwais Al-Qarni. Subyek penelitian ini adalah buku kisah Uwais Al- Qarni sedangkan objek penelitian ini adalah nilai moral knowing. Teknik penngumpulan data menggunakan teknik Dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa didalam kisah Uwais Al- Qarni terkandung nilai moral knowingyang terdiri dari kesadaran moral, pengetahuan tentang nilai-nilai moral, penentuan sudut pandang, logika moral, berani membuat keputusan, serta pengenalan diri.
Filsafat Pendidikan Ibnu Sina dan Relevansinya dalam Pengembangan Pendidikan Holistik Hartati Hartati; Abdul Madjid; Indah Rastika Sari; Miskahuddin Miskahuddin
Jurnal Ilmiah Guru Madrasah Vol 4 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jigm.v4i2.88

Abstract

Ibnu Sina (980–1037 M) merupakan salah satu filsuf dan ilmuwan Muslim terbesar dalam sejarah peradaban Islam yang memberikan kontribusi sangat luas, khususnya dalam bidang filsafat, kedokteran, dan pendidikan. Pemikirannya tidak hanya berpengaruh pada dunia Islam, tetapi juga memberi dampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Dalam konteks pendidikan, Ibnu Sina menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan rasional dan nilai-nilai spiritual sebagai landasan utama dalam membentuk manusia yang sempurna (insan kamil). Konsep ini menjadi cikal bakal pendekatan pendidikan holistik yang memandang peserta didik sebagai makhluk utuh, bukan semata-mata objek transfer pengetahuan.Penelitian ini membahas secara analitis filsafat pendidikan Ibnu Sina dengan menyoroti prinsip-prinsip dasar yang meliputi tujuan pendidikan, struktur kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru dalam proses pendidikan. Menurut Ibnu Sina, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi akal, moral, dan spiritual peserta didik secara seimbang. Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, sementara metode pembelajaran perlu menekankan keteladanan, pembiasaan, dan dialog rasional. Guru dipandang sebagai figur sentral yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing pembentukan karakter. Pemikiran pendidikan Ibnu Sina tetap relevan dengan paradigma pendidikan holistik modern yang mengedepankan keseimbangan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan moral peserta didik