Melkior Bala Kwuta
Universitas Muhammadiyah Maumere

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai dan Makna Gading Sebagai Belis Perkawinan pada Masyarakat Adat Leworook Desa Serinuho Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur: Penelitian Melkior Bala Kwuta; Abdullah Muis Kasim; Kristina Tresia Leto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7298

Abstract

Gading memiliki peran yang sangat penting dalam tradisi perkawinan masyarakat adat Leworook di Desa Serinuho, Flores Timur. Sebagai simbol kekuatan dan kemewahan, gading digunakan sebagai belis atau mahar yang menunjukkan kemampuan dan kesungguhan pihak keluarga laki-laki dalam meminang calon istri. Pemberian gading tidak hanya mencerminkan status sosial dan ekonomi keluarga mempelai pria, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan yang tinggi terhadap perempuan yang akan dinikahi. Lebih dari sekadar benda berharga, gading memiliki nilai spiritual yang mendalam, dianggap sebagai benda sakral yang membawa berkah, perlindungan, dan keberuntungan bagi pasangan pengantin. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya yang terus dijaga oleh masyarakat adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai dan makna simbolik serta fungsi sosial gading sebagai belis dalam perkawinan masyarakat adat Leworook. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa sebagai sumber data primer, serta jurnal dan artikel sebagai sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gading memiliki makna sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan, ikatan kekeluargaan dan persaudaraan, serta penanda status sosial dan nilai budaya yang tinggi. Fungsi gading dalam konteks belis perkawinan meliputi penentu sahnya perkawinan, pengikat hubungan kekeluargaan antar dua belah pihak, penanda peralihan status perempuan, serta lambang kesungguhan dalam membina rumah tangga. Dengan demikian, gading tidak hanya berperan sebagai mahar, tetapi juga sebagai alat pelestari nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat adat Leworook.