Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kinerja Penyaluran ZISWAF Antar provinsi di Indonesia: Analisis Discrete-Time Markov Chain Berbasis Python Aninta Gina Sharfina; Arta Amaliah Nur Afifah; Andi Agusti Ahmad Kurniawan; Aulia Lestari; Andi Nur Pratiwi Fatmala; Nur Hayatiningsih
Global Leadership Organizational Research in Management Vol. 4 No. 3 (2026): Global Leadership Organizational Research in Management
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/glory.v4i3.3824

Abstract

The effectiveness of Zakat, Infaq, Sadaqah, and Waqf (ZISWAF) management depends not only on the amount of funds collected but also on the sustainability of their distribution performance across regions. However, previous studies have primarily employed static approaches, providing limited evidence on how distribution performance changes over time. This study aims to analyze the dynamics of ZISWAF distribution across Indonesian provinces using a Discrete-Time Markov Chain approach. The study uses panel data from 34 provinces during 2019–2023 obtained from the National Board of Zakat (BAZNAS). The analysis includes the Transition Probability Matrix, Persistence Rate, Steady-State Probability, Mobility Index, Expected Duration, and a robustness check. The findings indicate that ZISWAF distribution is characterized by high stability, with the highest persistence observed in the high-distribution category. Transitions occur mainly between adjacent categories, while direct movement between low and high categories is absent, indicating a gradual improvement process. In the long run, the system is projected to converge toward the high-distribution category. These findings provide empirical evidence that provincial distribution performance is relatively stable and evolves incrementally. The study contributes to the literature by applying a dynamic approach to evaluate ZISWAF distribution and offers evidence-based insights for strengthening institutional capacity, governance, and distribution strategies across provinces
Upaya Pemajuan Kebudayaan Kalimantan Timur Oleh Pemerintah Daerah dan Pelaku Pemajuan Kebudayaan Lainnya Fajar Apriani; Bambang Irawan; Andi Nur Pratiwi Fatmala; Annisa Saskia Saputri; Rodiatul Jannah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6528

Abstract

Pemajuan kebudayaan adalah upaya untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Kebijakan promosi budaya yang dirancang dan diimplementasikan oleh pemerintah regional dan nasional memainkan peran penting dalam memfasilitasi dan memperkuat pondasi budaya lokal. Kalimantan Timur, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya, memiliki berbagai bentuk unik ekspresi budaya yang mencerminkan keharmonisan antara alam dan manusia, tradisi dan modernisasi. Upaya pemajuan kebudayaan Kalimantan Timur masih belum optimal dalam pelindungan dan pembinaan kebudayaan akibat belum adanya kolaborasi yang terjalin antar pihak secara sinergis. Pengembangan kebudayaan telah cukup terlaksana dengan baik, terkecuali pada pengayaan dimana belum adanya pelibatan Perguruan Tinggi oleh Pemerintah Daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan yang sesungguhnya bukan mustahil untuk dilakukan. Selain itu, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan masih terhambat oleh keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah. Pemajuan kebudayaan Kalimantan Timur seharusnya dilakukan melalui penguatan ekosistem pemajuan kebudayaan yang membutuhkan kolaborasi harmonis yang lebih baik antara Pemerintah Daerah dan non pemerintah, terutama para budayawan, seniman dan lembaga-lembaga kebudayaan. Hal itu dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur dengan lebih memperhatikan dan melaksanakan tugas-tugasnya dalam bidang kebudayaan sebagaimana tertuang di dalam Pasal 14 Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2022.