Latar Belakang: Pemanfaatan daun kakao hasil pemangkasan sebagai bahan baku seduhan herbal merupakan salah satu upaya diversifikasi produk kakao yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas kakao. Berdasarkan hasil pengabdian di tahun pertama, daun kakao muda memiliki tingkat penerimaan yang baik sebagai bahan baku seduhan herbal, namun proses pengeringan masih menjadi kendala dalam menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten.Tujuan: Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra mengenai teknik pengeringan dan perhitungan kadar air pada produksi seduhan herbal daun kakao.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di Rumah Coklat Gunungkidul melalui metode sosialisasi dengan sasaran anggota pengelola Rumah Cokelat dan kelompok tani kakao sebanyak 8 peserta. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, dan metode perhitungan kadar air serta evaluasi menggunakan pretest dan postest.Hasil: Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest, sedangkan penerimaan produk dievaluasi melalui uji kesukaan terhadap seduhan daun kakao dengan kadar air di bawah dan di atas 10%. Hasil evaluating menunjukkan adanya perinatal pemahaman peserta mengenai proses pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, serta kadar air optimum yang diperlukan dalam produksi seduhan herbal daun kakao. Persentase peserta yang mengetahui kadar air optimum sebesar 5–10% meningkat dari 62,5% pada pretest menjadi 87,5% pada posttest. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa seduhan daun kakao dengan kadar air di atas 10% cenderung lebih disukai peserta, terutama pada atribut aroma dan aftertaste. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam memahami pengendalian kadar air sebagai salah satu parameter mutu penting dalam produksi seduhan herbal daun kakao dan menjadi dasar dalam pengembangan proses pengeringan yang lebih terstandarisasi. Kegiatan lanjutan direkomendasikan dapat berupa pendampingan penyusunan SOP proses pengeringan dan penerapan pengukuran kadar air secara rutin untuk menghasilkan mutu seduhan herbal yang lebih konsisten.