Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

RESIDU PESTISIDA PIRETROID PADA BAWANG MERAH DI DESA SRIGADING KECAMATAN SANDEN KABUPATEN BANTUL Narwanti, Iin; Sugiharto, Eko; Anwar, Chairil Anwar
PHARMACIANA Vol 2, No 2: November 2012
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.03 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap residu pestisida piretroid pada sampel bawang merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengidentifikasi dan mengevaluasi residu pestisida piretroid pada bawang merah. Sampel bawang merah diekstraksi menggunakan alat homogenizer dengan pelarut aseton. Clean-up dilakukan dengan kolom kromatografi menggunakan florisil dan selanjutnya kadar residu pestisida ditentukan dengan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor tangkapan elektron (Electron Capture Detector/ECD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel bawang merah terdeteksi adanya residu pestisida piretroid (_-sipermetrin dan _-sihalotrin). Kisaran residu pestisida pada sampel bawang merah untuk _-sipermetrin (98,8-245,6 ppb) dan _-sihalotrin (14,4-120,0 ppb). Terdapat sampel bawang merah yang melebihi Batas Maksimum Residu (BMR).
RESIDU PESTISIDA PIRETROID PADA BAWANG MERAH DI DESA SRIGADING KECAMATAN SANDEN KABUPATEN BANTUL Narwanti, Iin; Sugiharto, Eko; Anwar, Chairil
Pharmaciana Vol 2, No 2 (2012): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.237 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v2i2.662

Abstract

Pyrethroid pesticide residue in onion from Srigading Village, Sanden District,Bantul Regency has been investigated. The purpose of this study were to analyze,identificate and evaluate pyrethroid pesticide residues in onion. Onion sample wasextracted using homogenizer with acetone solvent. Clean-up was done usingchromatography column using florisil and determination of pesticide residue in thesamples was carried out by gas chromatography apparatus equipped with electroncapture detector (GC-ECD). The result showed that pesticide residues in onion samplein the range level: -cypermethrin (98.8-245.6 ppb) and -cyhalothrin (14.4-120.0ppb). The following pesticides have been detected in some of samples of onion analysed,but they have been detected above the Maximum Residue Limit (MRL).
RESIDU PESTISIDA ALDRIN DAN DIELDRIN PADA SAMPEL TANAH DAN AIR DI DESA SRIGADING KECAMATAN SANDEN KABUPATEN BANTUL Narwanti, Iin; Sugiharto, Eko; Anwar, Chairil
Pharmaciana Vol 3, No 2 (2013): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.635 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v3i2.427

Abstract

Aldrin and dieldrin pesticide residue in soil and water samples from Srigading Village, Sanden District,Bantul Regency has been investigated. The purpose of this study were to analyze, identificate and evaluatepyrethroid pesticide residues in soil and water samples. Soil sample was extracted using shaker with acetonesolvent. Water samples was extracted using separator funnel with 15% (v/v) dichloromethane/n-hexanesolvent.Clean-up was couducted using chromatography column using florisil and determination of pesticideresidue in the samples was carried out by gas chromatography apparatus equipped with electron capture detector(GC-ECD). The result showed that pesticide residues in soil sample in the range level: aldrin (4,8-64,8 ppb) anddieldrin (not detected-6,0 ppb). In water sample pesticide residues in the range level: aldrin (not detected-1,0 ppb)dan dieldrin (-not detected1,2 ppb). The quality or water sample taken from onion field is laid under the standardof water that has been settled.
UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEME (1)-N-(2-NITROBENZIL)-1,10- FENANTROLINIUM IODIDA DAN (1)-N-(4-NITROBENZIL)-1,10- FENANTROLINIUM IODIDA SECARA IN VITRO Nurani, Laela Hayu; Utami, Dwi; Widyaningsih, Wahyu; Narwanti, Iin; Nurwening, Eti; Jumina, Jumina
Pharmaciana Vol 4, No 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.12 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1575

Abstract

The inhibitory activity of heme polymerization of (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10- phenantrolinium iodide and (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide have been done. This study aims to analyse the (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide and (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide as inhibitory of polimerization heme. Analysis of heme inhibtory polimerization activity used the experimental in vitro method. The activity showed by IC50 (the capable concentration of extract to inhibiting polymerization heme by 50% ). The IC50 value acquired by probit analysis. Assess IC50 of (1)-N-(2-nitrobenzyl)- 1,10-phenantrolinium iodide not to be identified, (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide and chloroquine by successively are 0,571±0,071; 25,498±1,876 mg/mL. The result showed the (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide had the highest value of the heme polymerization inhibitory activity than chloroquin, (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10- phenantrolinium iodide hadn’t the heme polymerization inhibitory activity.
Pengembangan Produk Tablet Oral Disintegrasi Piroksikam Rohmiati, Rohmiati; Wahyuningsih, Iis; Guntarti, Any; Narwanti, Iin; Putri, Hilma; Anwar, Shinta Desy; Rahmadani, Firda; Rustandi, Tedi; Islamy, Muhammad Rido
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.351 KB) | DOI: 10.12928/mf.v15i1.12307

Abstract

Piroksikam digunakan sebagai analgetik dan antiinflamasi yang sering dialami oleh kalangan lansia yang mempunyai kesulitan menelan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan sediaan Orally Disintegrating Tablet (ODT). Avicel PH 102 merupakan bahan disintegran yang biasa digunakan sebagai penyusun ODT, karena mempunyai daya disintegran yang sangat baik. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan piroksikam menjadi bentuk sediaan ODT. Metode pembuatan ODT dilakukan dengan metode kempa langsung. Variasi konsentrasi Avicel PH 102 yang digunakan untuk formula 1 sebesar 15% dan formula 2 sebesar 20%. Tablet hasil formulasi diperiksa karakteristik fisik yang meliputi identifikasi tablet, kerapuhan, kekerasan, ketebalan, waktu hancur, bentuk dan ukuran tablet, laju disolusinya serta dilakukan penetapan kadar. Metode analisa kadar piroksikam baik pada penentuan disolusi maupun pada penentuan kadar, dilakukan verifikasi metode spektrofotometri UV-Vis terlebih dahulu meliputi spesifisitas, presisi, dan akurasi. Formula terbaik selanjutnya dilakukan uji hedonik. Hasil verifikasi untuk ketiga uji memenuhi persyaratan sehingga dikatakan metode uji valid. Hasil uji fisik tablet dikatakan memenuhi syarat kecuali untuk uji kerapuhan. Data laju disolusi dan penetapan kadar tablet piroksikam memenuhi syarat FI V yaitu laju disolusi tidak kurang dari 75%(Q + 5%) dan hasil penetapan kadar F1 dan F2 berturut-urut sebesar 95,22 ± 3,09% dan 95,14 ± 4,26%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa piroksikam dapat dibuat dalam bentuk sediaan ODT karena menghasilkan sediaan tablet dengan sifat fisik yang baik kecuali pada uji kerapuhan. Formula yang dipilih yaitu formula 2, karena waktu hancur dan disolusi tablet lebih baik dibandingkan dengan formula 1.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BANGUNCIPTO, KECAMATAN SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO DALAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN KELUARGA Iin Narwanti, Iin Narwanti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.688 KB) | DOI: 10.12928/jp.v1i2.370

Abstract

Kesehatan merupakan hak dasar tiap manusia dan salah satu faktor yang menentukan kualitas sumberdaya manusia. Upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan perlu dilakukan agar terhindar dari bahaya yang merugikan. Permasalahan yang ada di masyarakat Banguncipto terkait dengan masalah kesehatan diantaranya: masih banyaknya lansia kurang sehat, masih terdapat balita kurang gizi, kurangnya pemahaman tentang narkoba, alkohol dan rokok, kurangnya kesadaran masyarakat akan berberapa penyakit mendasar manusia seperti TB, malaria, rematik, dan diabetes militus, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan dengan memperhatikan rumah yang sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat Banguncipto dalam program peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan KKN meliputi: survey, penyuluhan/pendidikan masyarakat dan pelatihan/praktek. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang diukur dengan: 1)tercipta kesadaran masyarakat sasaran tentang pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan, 2)peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap upaya preventif menekan angka kesakitan, 3)peningkatan pengetahuan masyarakat akan bahaya narkoba dan alkohol bagi kesehatan, 4)masyarakat terampil dalam mengatur pola makan dengan gizi berimbang dan kebersihan lingkungan.
PEMBINAAN KESADARAN PANGAN THOYIB YANG AMAN PENGAWET SINTETIS PADA PENGURUS CABANG ‘AISYIYAH WIROBRAJAN Khairi, Amalya Nurul; Juwitaningtyas, Titisari; Narwanti, Iin
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.431 KB) | DOI: 10.12928/jp.v2i2.446

Abstract

Ibu-ibu anggota PCA Wirobrajan sebagian besar adalah pengusaha makanan dan minuman yang terampil dalam pengolahan panganan basah tradisional maupun street food. Kondisi ini merupakan akibat dari banyaknya jumlah sekolah dan adanya Pasar Klitihikan yang khusus menjual makanan jenis camilan di Kecamatan Wirobrajan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Ibu-ibu anggota PCA Wirobrajan terhadap bahaya penggunaan pengawet sintetis sekaligus membekali dengan keterampilan membuat pengawet dari bahan alami dan deteksi sederhana kandungan formalin. Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihan dan pemaparan materi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga kali sesi. Dari hasil pembinaan yang dilakukan diperoleh hasil antusiasme keikutsertaan Ibu-ibu PCA Wirobrajan dan semangat mereka untuk memperbaiki proses pengolahan pangan dengan meminimalisir penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) sintetis yang berbahaya. 
TLC-Bioautography Profile of Ethyl Acetate Extract of 5 Bacteria Isolated from Ficus carica L Rhizosphere Nanik Sulistyani; Iin Narwanti
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 4, No 2: June 2015
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.711 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v4i2.4716

Abstract

Research has been conducted on the 5 isolates of bacteria isolated from the rhizosphere of Ficus carica L as a producer of antibiotics. The previous study showed they have NRPS gene profiles that differ from each other. This study aims to determine the TLC Rf spots having inhibition activity against the growth of Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli ATCC 25922. The study was conducted using the 5 bacteria isolates, namely T19, T24, T25, T37 and T41. All isolates were fermented at room temperature for 14 days. Further the each broth culture was filtered and extracted using ethyl acetate. Components in the extract were separated by thin layer chromatography (TLC) with the mobile phase of chloroformmethanol (7: 3), followed by bioautography test against the S. aureus and E. coli to determine the chromatogram spots containing antibiotics. TLC results showed all isolates had different chromatogram profiles. The bioautography results showed that only isolate T25 can produce antibiotics against S. aureus. The antibiotic spot was at Rf 0.9 in the use of chloroform-methanol (7: 3) solvent system.
UJI AKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEME (1)-N-(2-NITROBENZIL)-1,10- FENANTROLINIUM IODIDA DAN (1)-N-(4-NITROBENZIL)-1,10- FENANTROLINIUM IODIDA SECARA IN VITRO Laela Hayu Nurani; Dwi Utami; Wahyu Widyaningsih; Iin Narwanti; Eti Nurwening; Jumina Jumina
Pharmaciana Vol 4, No 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.12 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1575

Abstract

The inhibitory activity of heme polymerization of (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10- phenantrolinium iodide and (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide have been done. This study aims to analyse the (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide and (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide as inhibitory of polimerization heme. Analysis of heme inhibtory polimerization activity used the experimental in vitro method. The activity showed by IC50 (the capable concentration of extract to inhibiting polymerization heme by 50% ). The IC50 value acquired by probit analysis. Assess IC50 of (1)-N-(2-nitrobenzyl)- 1,10-phenantrolinium iodide not to be identified, (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide and chloroquine by successively are 0,571±0,071; 25,498±1,876 mg/mL. The result showed the (1)-N-(4-nitrobenzyl)-1,10-phenantrolinium iodide had the highest value of the heme polymerization inhibitory activity than chloroquin, (1)-N-(2-nitrobenzyl)-1,10- phenantrolinium iodide hadn’t the heme polymerization inhibitory activity.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BANGUNCIPTO, KECAMATAN SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO DALAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN KELUARGA Iin Narwanti Iin Narwanti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.370

Abstract

Kesehatan merupakan hak dasar tiap manusia dan salah satu faktor yang menentukan kualitas sumberdaya manusia. Upaya untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan perlu dilakukan agar terhindar dari bahaya yang merugikan. Permasalahan yang ada di masyarakat Banguncipto terkait dengan masalah kesehatan diantaranya: masih banyaknya lansia kurang sehat, masih terdapat balita kurang gizi, kurangnya pemahaman tentang narkoba, alkohol dan rokok, kurangnya kesadaran masyarakat akan berberapa penyakit mendasar manusia seperti TB, malaria, rematik, dan diabetes militus, serta kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan dengan memperhatikan rumah yang sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat Banguncipto dalam program peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan KKN meliputi: survey, penyuluhan/pendidikan masyarakat dan pelatihan/praktek. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang diukur dengan: 1)tercipta kesadaran masyarakat sasaran tentang pentingnya pola hidup sehat dan kebersihan, 2)peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap upaya preventif menekan angka kesakitan, 3)peningkatan pengetahuan masyarakat akan bahaya narkoba dan alkohol bagi kesehatan, 4)masyarakat terampil dalam mengatur pola makan dengan gizi berimbang dan kebersihan lingkungan.