Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karamat as Religious Legitimation: Ulama Authority in the Manuscript Sejarah Syekh Abdurrauf and Syekh Burhanuddin Amrullah; Mamlahatun Buduroh; Hafiz Maruf Akbar
Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Vol. 15 No. 1 (2026): HERITAGE OF NUSANTARA
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/hn.v15i1.888

Abstract

This study examines the manuscript Sejarah Syekh Abdurrauf and Syekh Burhanuddin, Dua Orang Pembangun Islam di Aceh dan Minangkabau, focusing onkaramatas a mechanism for constructing ulama authority. It employs a qualitative descriptive method integrating philological and critical hagiographical approaches, supported by the theoretical frameworks of charismatic authority and symbolic capital. The findings reveal three interrelated dimensions of authority construction: intellectual and legal authority, built through sanad, fatwa, riḥlah, and the Haramain–Aceh–Minangkabau scholarly network; spiritual and charismatic authority, constructed through kashf, adab, khidmah, the teacher's mandate, and extraordinary events; and social and institutional authority, represented through royal acknowledgment in Aceh and acceptance by customary elites within the Minangkabau nagari system. The analytical contribution of the manuscript lies in its representation of the transmission of authority from Sheikh Abdurrauf to Sheikh Burhanuddin across two distinct political and cultural settings, integrating these three dimensions within a single textual structure.karamatthus functions not merely as a collection of miraculous narratives, but as a textual mechanism that connects transregional scholarship, Sufi discipline, and institutional recognition within a specific Aceh–Minangkabau model of ulama authority.
Penerapan Teori Hirarki Norma dalam Transaksi Hukum Ekomoni Syariah Kontemporer Rakhmawati Rakhmawati; Nurkhalis Muchtar; Hafiz Maruf Akbar
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i1.12695

Abstract

Penelitian ini secara umum ingin menghadirkan metode penggalian hukum, dengan memperhatikan norma nilai dalam setiap pengembangan produk-produk hukum Islam (the theory of value), yaitu menggali nilai-nilai universal dalam setiap perumusan hukum. Mengingat fiqh muamalah wa al iqtishad yang terafiliasi dalam fiqh klasik dapat dipastikan mengalami krisis of relevansi, sehingga sulit untuk diterapkan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan kontrak muamalah kontemporer. Maka dibutuhkan formulasi epistemologi hukum syariah dengan menghadirkan metodologi penggalian hukum melalui teori pertingkatan norma, yaitu al qiyam al asasiyyah (nilai-nilai dasar), prinsip-prinsip fundamental yang dikenal dengan al ushul al kulliyah, al ahkam furu’iyyah yaitu norma-norma hukum konkrit. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif sedangkan pendekatan penelitian berbasis analisis yuridis normatif dengan mempertimbangkan nilai-nilai dasar pada produk hukum keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menghadirkan teori hirarki norma dapat mengembangkan hukum Islam yang kontekstual dengan menggali nilai-nilai dasar sebagai spirit keislaman, memberikan keleluasaan dalam mengembangkan produk-produk ekonomi di setiap instrumen keuangan syariah melalui sistem transaksi yang berkeadilan, keseimbangan ekonomi dan kepedulian terhadap sesama makhluk Allah.