Kekayaan sumber daya laut Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ekonomi perikanan, mengalami peningkatan hasil makanan laut sekitar 7% per tahun, menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar di Asia Tenggara. Namun, hanya 10% dari lahan pertanian di Indonesia yang telah dioptimalkan, dengan potensi terbesar terletak di pulau Sulawesi dan daerah pesisir lainnya. Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Bone Bolango, memiliki potensi besar dalam produksi ikan tuna, yang mencapai 141.121 ton pada tahun 2021. Meskipun demikian, pemanfaatan potensi ini masih terbatas, dengan belum adanya ekspor produk yang signifikan ke pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sentra produksi ikan tuna di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan ini memfokuskan pada pemeliharaan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Konsep arsitektur ekologi mencakup penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan perlindungan biodiversitas lokal. Penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan fasilitas produksi yang tidak hanya efisien dalam operasional tetapi juga minim dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Lokasi strategis Kabupaten Bone Bolango, yang dikelilingi oleh Teluk Gorontalo dan Laut Sulawesi, memberikan keuntungan dalam hal aksesibilitas dan efisiensi operasional. Tata letak pabrik yang dirancang secara efisien akan mengoptimalkan alur produksi dan penggunaan ruang, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan produktivitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi lokal dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nelayan, dan peluang ekspor. Dengan memanfaatkan potensi perikanan secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk ikan tuna, proyek ini bertujuan untuk memperkuat posisi Kabupaten Bone Bolango sebagai pusat produksi utama dan meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar global.