Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Islam pada Pusat Perbelanjaan Produk Islami di Kota Gorontalo Nofanti Maabu; Sri Sutarni Arifin; Moh. Faisal Dunggio
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2025 - Januari 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo is a province in Indonesia experiencing continuous economic growth, as evidenced by data from the Statistics (BPS) of Gorontalo Province, which shows that the contribution of the Gross Regional Domestic Product (GRDP) by sector in the fourth quarter of 2023 indicates a 13.78% share from the trade sector. Gorontalo City has seen commercial businesses grow, such as shophouses, minimarkets, supermarkets, and various stalls selling Islamic products throughout the city. The dispersed nature of Islamic product sales creates a challenge for the Muslim community in quickly finding the products and services they need. Therefore, an Islamic product shopping center is proposed as a space facilitating interaction between sellers and buyers of Islamic products. The objective of designing an Islamic product shopping center is to create a commercial facility with Islamic architectural characteristics, situated on a site that supports the activities required to serve as a hub for production, promotion, consultation, and sales. The study method employed is a descriptive approach involving collecting and analyzing primary and secondary data. The analysis identifies the potential, issues, and solutions related to the design of the Islamic product shopping center. This design is expected to serve as a central shopping venue that accommodates the activities of both traders and consumers of Islamic products.
MENARA HULONTALANGI SEBAGAI LANDMARK KOTA GORONTALO Sucipto Hulalata; Moh. Faisal Dunggio; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.70

Abstract

Untuk mewujudkan citra kota yang lebih baik maka perlu adanya pendekatan melalui landmark. Suatu objek fisik dapat mudah dikenali sebagai landmark jika memenuhi nilai tinggi pada ketiga aspek yaitu kepentingan fungsi, kepentingan sudut pandang, dan kepentingan bentuk. Tahapan pembentukan citra dan identitas kota diawali dari perkembangan kota tersebut. Meninjau perkembangan ekonomi menurut Bappeda Kota Gorontalo, pada tahun 2019 struktur perekonomian Kota Gorontalo didominasi oleh tersier dan sektor sekunder yakni perdagangan dan konstruksi. Peranan yang besar dari kedua sektor tersebut sejalan dengan kedudukan Kota Gorontalo sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di wilayah Provinsi Gorontalo dan sekitarnya, dimana dapat dilihat bahwa sedang terjadi pembangunan pusat – pusat perdagangan baru dan infrastruktur yang terus dibenahi. Tantangan selanjutnya bagaimana memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya dengan merespon masalah dalam perencanaan yakni kemampuan lahan yang kurang sehingga bisa memaksimalkan kepentingan fungsi bangunan pada sektor perdagangan dan jasa. Sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai identitas kota yang memiliki keistimewaan fisik dan harapannya bisa menjadi landmark. Tujuan yang ingin dicapai pada perencanaan ini adalah menghasilkan rancangan bangunan shopping mall serta apartemen sebagai objek menara yang merupakan point of interest pada kawasan tersebut yang dijadikan pengamat sebagai acuan (landmark) hal ini menjadikannya obyek yang mudah diingat yang mencirikan kawasannya. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah mencari data-data yang terkait dengan objek rancangan melalui buku-buku, majalah, internet dan media lainnya kemudian mentranformasikan kedalam rancangan sendiri.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA SENTRA PRODUKSI IKAN TUNA DI KABUPATEN BONE BOLANGO Annisa Rahmatia; Kalih Tryumansyahjaya; Moh. Faisal Dunggio
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.75

Abstract

Kekayaan sumber daya laut Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ekonomi perikanan, mengalami peningkatan hasil makanan laut sekitar 7% per tahun, menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar di Asia Tenggara. Namun, hanya 10% dari lahan pertanian di Indonesia yang telah dioptimalkan, dengan potensi terbesar terletak di pulau Sulawesi dan daerah pesisir lainnya. Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Bone Bolango, memiliki potensi besar dalam produksi ikan tuna, yang mencapai 141.121 ton pada tahun 2021. Meskipun demikian, pemanfaatan potensi ini masih terbatas, dengan belum adanya ekspor produk yang signifikan ke pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sentra produksi ikan tuna di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan ini memfokuskan pada pemeliharaan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Konsep arsitektur ekologi mencakup penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan perlindungan biodiversitas lokal. Penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan fasilitas produksi yang tidak hanya efisien dalam operasional tetapi juga minim dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Lokasi strategis Kabupaten Bone Bolango, yang dikelilingi oleh Teluk Gorontalo dan Laut Sulawesi, memberikan keuntungan dalam hal aksesibilitas dan efisiensi operasional. Tata letak pabrik yang dirancang secara efisien akan mengoptimalkan alur produksi dan penggunaan ruang, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan produktivitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi lokal dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nelayan, dan peluang ekspor. Dengan memanfaatkan potensi perikanan secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk ikan tuna, proyek ini bertujuan untuk memperkuat posisi Kabupaten Bone Bolango sebagai pusat produksi utama dan meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar global.