Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan dan penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian stimulasi tumbuh kembang serta pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita mengenai terapi komplementer pijat bayi dan pengolahan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis daun kelor sebagai upaya mendukung pemberdayaan ibu balita stunting. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, dengan melibatkan 30 ibu balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik pijat bayi, demonstrasi pengolahan MP-ASI berbasis daun kelor, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 51,67 menjadi 85,00 pada post-test atau meningkat sebesar 33,33 poin (64,5%). Selain itu, peserta menunjukkan pemahaman dan mampu mempraktikkan selama sesi pendampingan sesuai prosedur serta memahami pemanfaatan daun kelor sebagai bahan lokal bergizi untuk MP-ASI. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu dalam pencegahan dan penanganan stunting. Program ini diharapkan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kegiatan Posyandu dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting di tingkat masyarakat.