Nabila Fatma Ramadhoni Nabila Fatma Ramadhoni
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Da'wah Educational Values in the Qur'an and Hadith: A Tafsir Tarbawi Analysis of Qur'an 16:125, Qur'an 26:214–216, and Qur'an 15:94–96 and Their Relevance to Contemporary Islamic Education Strategies, QS. Al-Hijr (15):94–96, serta Relevansinya terhadap Strategi Pendidikan Islam Kontemporer.r Kebaikan.: Nilai-Nilai Pendidikan Dakwah dalam Al-Qur'an dan Hadis: Analisis Tafsir Tarbawi QS. An-Nahl (16):125, QS. Asy-Syu'ara (26):214–216, QS. Al-Hijr (15):94–96, serta Relevansinya terhadap Strategi Adibah Salsabila; Nabila Fatma Ramadhoni Nabila Fatma Ramadhoni
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/j4m8av41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kewajiban berdakwah dalam Islam berdasarkan Q.S. An-Nahl (16): 125, tahapan dakwah Nabi Muhammad saw. dalam Q.S. Asy-Syu'ara (26): 214–216 dan Q.S. Al-Hijr (15): 94–96, serta hadis riwayat Muslim tentang balasan bagi motivator kebaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan dengan tema dakwah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah merupakan kewajiban yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Q.S. An-Nahl (16): 125 menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun. Q.S. Asy-Syu'ara (26): 214–216 menggambarkan fase awal dakwah yang dimulai dari lingkungan keluarga dengan pendekatan yang lembut dan penuh keteladanan. Sementara itu, Q.S. Al-Hijr (15): 94–96 menunjukkan perintah untuk menyampaikan dakwah secara terbuka disertai sikap sabar dan tawakal dalam menghadapi penolakan. Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa orang yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala yang terus mengalir sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, sedangkan orang yang mengajak kepada keburukan akan menanggung dosa yang serupa.