Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kewajiban berdakwah dalam Islam berdasarkan Q.S. An-Nahl (16): 125, tahapan dakwah Nabi Muhammad saw. dalam Q.S. Asy-Syu'ara (26): 214–216 dan Q.S. Al-Hijr (15): 94–96, serta hadis riwayat Muslim tentang balasan bagi motivator kebaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, buku ilmiah, dan artikel jurnal yang relevan dengan tema dakwah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah merupakan kewajiban yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Q.S. An-Nahl (16): 125 menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun. Q.S. Asy-Syu'ara (26): 214–216 menggambarkan fase awal dakwah yang dimulai dari lingkungan keluarga dengan pendekatan yang lembut dan penuh keteladanan. Sementara itu, Q.S. Al-Hijr (15): 94–96 menunjukkan perintah untuk menyampaikan dakwah secara terbuka disertai sikap sabar dan tawakal dalam menghadapi penolakan. Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa orang yang mengajak kepada kebaikan akan memperoleh pahala yang terus mengalir sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, sedangkan orang yang mengajak kepada keburukan akan menanggung dosa yang serupa.
Copyrights © 2025