Penyelesaian masalah kolaboratif adalah suatu proses di mana siswa bekerja sama untuk memahami masalah, bertukar ide, mengembangkan strategi solusi, dan mengevaluasi solusi secara kolektif. Melalui proses ini, siswa membangun pemahaman matematika secara kolaboratif, sehingga mendukung pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah kolaboratif siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika tentang barisan dan deret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Partisipan penelitian terdiri dari enam siswa kelas sepuluh, yang dibagi menjadi tiga kelompok heterogen: kelompok kemampuan matematika tinggi-sedang, tinggi-rendah, dan sedang-rendah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan matematika, tes pemecahan masalah kolaboratif, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelompok tersebut menunjukkan empat tahapan pemecahan masalah kolaboratif, yaitu eksplorasi dan pemahaman, representasi dan formulasi, perencanaan dan pelaksanaan, serta pemantauan dan refleksi. Perbedaan kemampuan matematika memengaruhi sifat kontribusi masing-masing anggota selama proses kolaboratif. Siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang cenderung berperan lebih aktif dalam memimpin diskusi dan mengembangkan strategi penyelesaian, sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah terutama berkontribusi dengan menanggapi ide, melaksanakan tugas yang diberikan, dan merefleksikan proses pemecahan masalah. Meskipun demikian, semua kelompok mampu menyelesaikan masalah secara kolaboratif melalui komunikasi, kerja sama, dan pembagian peran.