Shelly Nur Oktavia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan Digital dan Efisiensi Penggunaan E-money dalam Membentuk Perilaku Konsumtif Mahasiswa Gen-Z di Perguruan Tinggi Surakarta Shelly Nur Oktavia; Novemy Triyandari Nugroho; Umi Hanifah
TSARWAH Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM PROGRAM PASCASARJANA IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsarwah.v11i1.13087

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan penggunaan e-money di kalangan pelajar Generasi Z. Kemudahan dan efisiensi layanan pembayaran digital memberikan manfaat dalam aktivitas transaksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan literasi keuangan digital yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan efisiensi penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Generasi Z pada perguruan tinggi di Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri atas 96 mahasiswa aktif Universitas Sebelas Maret dan Universitas Slamet Riyadi yang menggunakan e-money. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Efisiensi penggunaan e-money juga berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif. Pengujian simultan menunjukkan bahwa literasi keuangan digital dan efisiensi penggunaan e-money secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Variabel penelitian mampu menjelaskan sebesar 40,5% variasi perilaku konsumtif, sedangkan 59,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan agar penggunaan teknologi pembayaran digital berlangsung secara bijaksana dan tidak mendorong perilaku konsumtif yang berlebihan.