Arfinnisa Irbatin Zulfa
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan APD, CTPS, Pengendalian Tikus Live Trap sebagai Upaya Preventif Leptospirosis Soropaten, Bantul Wildan Ulinnazra; Isna Wardani; Arfinnisa Irbatin Zulfa; Siti Hani Istiqomah; Ibnu Rois; Carissa Riskiananda; Yulianto Sri Wahyu Nugroho
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/sk9y7z05

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Soropaten, Kelurahan Ringinharjo, Kabupaten Bantul mengenai pencegahan penyakit leptospirosis melalui serangkaian kegiatan komunikasi kesehatan berbasis komunitas. Latar belakang kegiatan didasari adanya kasus kematian akibat leptospirosis di wilayah tersebut serta masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan, gejala, dan pencegahan penyakit. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan dengan pre-test dan post-test, Survei Mawas Diri/Community Self Survey, pelatihan kader, serta pendampingan kader. Seluruh tahapan disusun berdasarkan pendekatan perubahan perilaku melalui tahapan Awareness, Interest, Evaluation, Trial, dan Evaluation (AIETA). Partisipan berjumlah sembilan orang kader kesehatan dari komunitas Dusun Soropaten. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007 (<0,05), yang membuktikan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 72,11 meningkat menjadi 97,33 pada post-test. Kegiatan pelatihan juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis masyarakat dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), cuci tangan pakai sabun (CTPS) enam langkah, dan pengendalian tikus menggunakan live trap. Disimpulkan bahwa pendekatan komunikasi kesehatan interaktif berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan leptospirosis.