Kurnia Qurrotul A'yun
Telkom University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digitalisasi Manajemen Inventaris berbasis Visualisasi 2D untuk Optimalisasi Pengelolaan Aset Internal di BPS Kota Surabaya Purnama Anaking; Arip Ramadan; Rizqi Ramadhan; Muhammad Reyhandhani; Azzah Sumaiyah; Muthi'ah Fadiyah; Azizah Fitria Wibisono; Kurnia Qurrotul A'yun
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/eza42973

Abstract

Pengelolaan aset internal di Badan Pusat Statistik Kota Surabaya selama ini masih mengandalkan pencatatan manual di tingkat operasional yang rentan terhadap ketidaksesuaian data, lambatnya verifikasi fisik aset, serta terbatasnya informasi lokasi dan kondisi aset. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen inventaris digital berbasis visualisasi dua dimensi untuk mengoptimalkan tata kelola aset internal sekaligus melengkapi sistem pencatatan aset negara yang telah ada. Metode dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu asesmen kebutuhan, pengembangan sistem dengan basis data terpusat dan penandaan kode terpindai, implementasi yang disertai pelatihan staf, dan evaluasi. Luaran berupa aplikasi web responsif, papan informasi denah kantor dua dimensi yang terintegrasi dengan data aset, tiga ratus penanda kode aset, serta fitur impor data aset negara. Sosialisasi dan pelatihan diikuti oleh tiga puluh staf. Verifikasi fungsional melalui uji penerimaan pengguna menunjukkan seluruh fitur utama berjalan sesuai kebutuhan, dan evaluasi terhadap lima belas responden menunjukkan seluruh tanggapan berada pada kategori setuju dan sangat setuju dengan indeks kepuasan rata-rata sembilan puluh enam persen. Berdasarkan penilaian pengguna, digitalisasi ini dinilai meningkatkan akurasi, kecepatan, dan akuntabilitas pengelolaan aset internal; pengukuran dampak kinerja operasional secara objektif ditetapkan sebagai evaluasi lanjutan pascaimplementasi.