Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD N Sarongsong Vebrianty Mokoagow; Widdy H. F. Rorimpandey; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model pembelajaran Inkuiry Terbimbing pada siswa kelas IV SD N Sarongsong. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Sarongsong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing pada kelas IV SD N Sarongsong sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model Inkuiry Terbimbing. Penerapan yang dilakukan pada siklus I dan II relatif sama. Namun, yang membedakan pada siklus II dimana guru lebih memotivasi siswa agar turut berpartisipasi aktif dengan memberikan pujian atau hadiah bagi siswa yang menjawab banyak benar, pengembangan media yang awalnya hanya menggunakan media power point menjadi media video pembelajaran dan guru lebih mempersiapkan diri agar lebih fleksibel dalam perpindahan fase pembelajaran Inquiry Terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing hasil belajar IPAS peserta didik setiap siklusnya mengalami peningkatan yang signifikan, diperoleh ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I sebesar 59,25% dengan jumlah peserta didik yang tuntas belajar adalah 16 orang dan hasil belajar pada siklus II ketuntasan belajar diperoleh 92,59% dengan jumlah peserta didik yang tuntas belajar adalah 25 orang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD N Sarongsong. Penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing ini dapat menjadi solusi alternatif bagi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPAS materi Perubahan wujud zat.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD N Sarongsong Vebrianty Mokoagow; Widdy H. F. Rorimpandey; Deysti Trifena Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model pembelajaran Inkuiry Terbimbing pada siswa kelas IV SD N Sarongsong. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Sarongsong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing pada kelas IV SD N Sarongsong sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model Inkuiry Terbimbing. Penerapan yang dilakukan pada siklus I dan II relatif sama. Namun, yang membedakan pada siklus II dimana guru lebih memotivasi siswa agar turut berpartisipasi aktif dengan memberikan pujian atau hadiah bagi siswa yang menjawab banyak benar, pengembangan media yang awalnya hanya menggunakan media power point menjadi media video pembelajaran dan guru lebih mempersiapkan diri agar lebih fleksibel dalam perpindahan fase pembelajaran Inquiry Terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing hasil belajar IPAS peserta didik setiap siklusnya mengalami peningkatan yang signifikan, diperoleh ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I sebesar 59,25% dengan jumlah peserta didik yang tuntas belajar adalah 16 orang dan hasil belajar pada siklus II ketuntasan belajar diperoleh 92,59% dengan jumlah peserta didik yang tuntas belajar adalah 25 orang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD N Sarongsong. Penerapan model pembelajaran Inquiry Terbimbing ini dapat menjadi solusi alternatif bagi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPAS materi Perubahan wujud zat.