Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Distribusi Kasus Bovine Ephemeral Fever (BEF) Berdasarkan Umur, Jenis Sapi dan Manifestasi Klinis di Kabupaten Sampang Diasyurannyta Adeputri. M; Joko Purdiyanto; Anisah Anisah; M. Rafi Khairullah; Siti Dewi Ratnadi; Cepryana S. Widyananda
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.2946

Abstract

Bovine Ephemeral Fever (BEF) merupakan penyakit virus pada sapi yang banyak ditemukan di wilayah tropis dan dapat menyebabkan gangguan produktivitas ternak. Kabupaten Sampang termasuk salah satu wilayah dengan populasi sapi yang tinggi di Pulau Madura. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kasus BEF berdasarkan jenis sapi, umur, dan manifestasi klinis, serta menggambarkan pola persebarannya di 14 kecamatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase Total kasus BEF yang tercatat sebanyak 2.540 kasus, terdiri atas sapi Madura sebanyak 1.465 kasus (57,68%), sapi Madura Cross sebanyak 1.074 kasus (42,28%), dan sapi Limosin sebanyak 1 kasus (0,04%). Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi adalah Ketapang (565 kasus), Sokobanah (449 kasus), dan Sampang (344 kasus). Manifestasi klinis yang paling banyak ditemukan yaitu anoreksia disertai demam sebanyak 1.846 kasus (72,68%), diikuti gejala demam tanpa kombinasi sebanyak 352 kasus (13,86%), gangguan pernapasan sebanyak 345 kasus (13,58%), dan gejala tambahan lain sebanyak 210 kasus (8,27%). Kasus BEF di Kabupaten Sampang lebih banyak ditemukan pada sapi Madura dan Madura Cross, dengan manifestasi klinis dominan berupa anoreksia dan demam.