Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lama Inkubasi Sexing Spermatozoa X Dan Y Dengan Metode Albumin Putih Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Baiq Pralika Trisna Kistarini; Enny Yuliani; Lalu Ahmad Zaenuri; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lukman HY; Aminurrahman Aminurrahman
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.3011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi pada sexing spermatozoa terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Proses sexing menggunakan metode albumen putih telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan yakni P1: Lama inkubasi 30 menit, P2: Lama inkubasi 40 menit dan P3: Lama inkubasi 50 menit. Parameter yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, abnormalitas dan rasio spermatozoa X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas tertinggi terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 dan P2 (81.80±3.11% dan 79.20±1.78%) dan motilitas terendah pada perlakuan P3 (75.60±6.26% dan 73.00±9.08%). Selain itu, persentase viabilitas spermatozoa tertinggi pada lapisan atas pada perlakuan P1 dan lapisan bawah pada P2 (83.20±3.27% dan 81.00±0.70%). Sedangkan abnormalitas terendah terdapat pada lapisan atas dan lapisan bawah terdapat pada perlakuan P1 (3.00±0.70% dan 2.20±0.83%). Proporsi spermatozoa X dan Y tertinggi terdapat pada perlakuan P1, yakni 54.80±11.40% spermatozoa X dan 46.20±11.40% spermatozoa Y pada labisan atas dan 41.00±13.41% spermatozoa X dan 59.00±13.41% spermatozoa Y pada labisan bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi lama inkubasi 30–50 menit belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer, namun inkubasi 30 menit cenderung menghasilkan proporsi pemisahan spermatozoa X dan Y yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Peternak Tentang Tanda Birahi Sapi Siap Inseminasi Buatan di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah Enny Yuliani; Lukman HY Lukman HY; I Wayan Lanus Sumadiasa; Lalu Ahmad Zaenuri; Aminurrahman Aminurrahman; Muhammad Rifky Ramadhan; Siti Aisyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.11340

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai tanda-tanda birahi induk sapi yang siap diinseminasi buatan di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif dan edukatif melalui penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, serta pendampingan kepada peternak. Materi yang disampaikan meliputi fisiologi reproduksi, siklus estrus, identifikasi tanda-tanda birahi berdasarkan perubahan perilaku dan fisik, waktu inseminasi yang tepat, serta pencatatan reproduksi sederhana. Evaluasi dilakukan berdasarkan partisipasi, antusiasme, dan perubahan pemahaman peserta selama proses kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa peternak mengalami peningkatan pengetahuan dalam mengenali tanda-tanda birahi, seperti peningkatan aktivitas, gelisah, standing heat, pembengkakan dan kemerahan vulva, serta keluarnya lendir serviks yang jernih. Selain itu, peternak mulai memahami pentingnya pencatatan reproduksi untuk memantau siklus birahi, waktu inseminasi, kebuntingan, dan kelahiran sebagai dasar evaluasi efisiensi reproduksi. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peternak mengenai pengaruh faktor nutrisi dan lingkungan terhadap ekspresi birahi dan keberhasilan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa penyuluhan dan pendampingan secara partisipatif efektif meningkatkan literasi reproduksi peternak sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan, efisiensi reproduksi, dan produktivitas usaha peternakan sapi di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah.