Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Literasi Media Digital melalui Pendidikan sebagai Upaya Mitigasi Disinformasi di Ruang Media Sosial sigit purnomo; Heri Gunawan; Fauzan Haryono
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of social media has opened significant opportunities for the spread of disinformation, particularly among students who are active yet vulnerable users of digital platforms. This study aims to examine the condition of students' digital media literacy, the patterns and characteristics of disinformation spread, and the urgency and role of education in building critical thinking skills as a strategy to mitigate disinformation in social media spaces. This research employs a qualitative approach using the library research method, with data obtained through the exploration, review, and content analysis of relevant journal articles, books, and official reports. The findings indicate that students' digital literacy levels remain in the moderate-to-low category, with notable gaps across educational levels and regions, and that information evaluation skills remain weaker than technical device proficiency. The pattern of disinformation spread among students is influenced by psychological factors, platform algorithms, and a weak culture of information verification. This study affirms that strengthening digital literacy through formal education is an urgent necessity and a more sustainable strategy than short-term literacy campaigns, as it can systematically build students' critical thinking skills through the synergy of curriculum, teacher competence, and a supportive learning environment. The novelty of this study lies in positioning formal education as the primary and sustainable pathway for mitigating disinformation, distinguishing it from previous studies that tend to examine digital literacy and disinformation separately.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mencapai Target Penerimaan Peserta Didik Baru Melalui Program SPMB Inden Di SDIT Ibnu Abbas Cikarang Sigit Purnomo; Sulaiman Mahdi; Heri Gunawan; Irnie Victorynie
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 4 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai target penerimaan peserta didik baru melalui Program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Inden di SDIT Ibnu Abbas Cikarang, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta mendeskripsikan solusi strategis yang diterapkan dalam mengatasi berbagai hambatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan ketua panitia SPMB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Program SPMB Inden didukung oleh kepemimpinan strategis kepala sekolah yang mengintegrasikan perencanaan berbasis data, optimalisasi media digital, kolaborasi dengan guru, komite sekolah, dan orang tua, serta evaluasi berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi kualitas program pendidikan, kompetensi guru, pelayanan prima, lokasi strategis, biaya pendidikan yang kompetitif, dan tingginya kepercayaan masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi ketidakseimbangan jumlah pendaftar berdasarkan jenis kelamin, keterbatasan fasilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus, serta meningkatnya persaingan antar sekolah swasta. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah menerapkan penguatan komunikasi melalui media digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan identitas sekolah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan evaluasi secara berkala. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penerimaan peserta didik baru tidak hanya ditentukan oleh aktivitas promosi, tetapi juga oleh kepemimpinan strategis yang mampu mengintegrasikan manajemen mutu, pemasaran pendidikan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, manajemen strategis, pemasaran pendidikan, SPMB Inden, penerimaan peserta didik baru.