Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Lima Fase Perkembangan Ilmu Tasawwuf: Dari Gerakan Zuhud Abad I Hijriah Menuju Neo-Sufisme Ibnu Taimiyah Muhammad Titan Zhibrilliant; Mujahid Al Aziz; Ibnu Yasir Al Fikri; Muhammad Syamsul Munir
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/naf1g417

Abstract

Ilmu Tasawuf sebagai salah satu disiplin dalam tradisi keilmuan Islam tidak tumbuh dalam satu momen tunggal saja, melainkan berkembang secara bertahap melalui proses panjang yang melibatkan pergeseran orientasi, pengaruh eksternal, dan respons internal umat Islam terhadap tantangan zamannya. Artikel ini bertujuan menelusuri dinamika perkembangan ilmu Tasawuf dalam lima fase historis: fase pembentukan (abad I-II H), fase pengembangan (abad III-IV H), fase konsolidasi (abad V H), fase falsafi (abad VI-VIII H), dan fase pemurnian (abad IX-X H dan seterusnya). Dengan menggunakan pendekatan historis-deskriptif dan merujuk pada sumber sumber primer, artikel ini menunjukkan bahwa setiap fase memiliki karakteristik tersendiri yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, politik, dan intelektual pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan tasawuf bukan sekedar evolusi linear, melainkan merupakan proses dialektis antara internalisasi spiritual, sistematisasi ilmiah, dan koreksi teologis yang terus berlangsung sepanjang sejarah Islam klasik.