Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi manajemen dan pengembangan program bimbingan konseling di sekolah menengah atas melalui focus group discussion Ahlun Nazali; Melani Riskika; Fitri Aulia; Sari Hardianti; M. Jauhari Ramadhan; Doa Cutholy Berlian S; Azzahra Tsani Ariyanti; Risma Juliana; Siti Hidayatun Hasanah; Laela Fatini; M. Abdul Hafiz
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen dan pengembangan program Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, sekaligus menggambarkan efektivitas metode Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik pengelolaan program BK secara nyata di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam dengan guru BK yang bertindak sebagai pemateri FGD, observasi proses pelaksanaan FGD, serta studi dokumentasi terhadap program BK sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen program BK di SMA telah berjalan melalui siklus perencanaan berbasis analisis kebutuhan, pengorganisasian peran, pelaksanaan layanan yang beragam, evaluasi sistematis, dan tindak lanjut yang terstruktur. Pelaksanaan FGD terbukti efektif memperdalam pemahaman mahasiswa tentang kompleksitas pengelolaan BK di sekolah menengah. Peluang pengembangan meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, teknologi digital, dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, sementara tantangan utamanya mencakup rasio guru BK yang belum ideal, beban administrasi tinggi, keterbatasan sarana, serta stigma yang masih melekat pada layanan BK. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pemahaman mahasiswa serta mendorong inovasi dalam tata kelola program BK di sekolah.