Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitatif Kandungan Merkuri dalam Sediaan Kosmetik Rifani Hutami Supardi; Sekar Ayu Pratiwi; Salwa Arini Gani; Bunga Djumaati; Naysila Ayriza Neu; Siti Magfira Yusup; Wulan Dwi Makaminan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.11949

Abstract

Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga efek toksik akibat akumulasi dalam tubuh. Meskipun demikian, masih ditemukan produk kosmetik yang diduga mengandung merkuri sehingga diperlukan pengujian untuk menjamin keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif kandungan merkuri pada sediaan kosmetik menggunakan metode reaksi warna dengan pereaksi Kalium Iodida (KI) 0,5 N. Sampel kosmetik FYC–Yessica's 6IN1 Crystal Glowing Cream With SPF 30 didestruksi menggunakan aqua regia, kemudian filtrat yang diperoleh direaksikan dengan larutan KI 0,5 N. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya endapan merah jingga sebagai indikasi terbentuknya merkuri iodida (HgI₂). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penambahan pereaksi KI 0,5 N, larutan sampel berwarna kuning bening hingga kuning pucat, tetap jernih, dan tidak terbentuk endapan merah jingga. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sampel memberikan hasil negatif terhadap kandungan merkuri secara kualitatif. Dengan demikian, berdasarkan metode reaksi warna yang digunakan, sampel kosmetik yang diuji tidak terindikasi mengandung merkuri sehingga relatif aman dari aspek kandungan logam berat tersebut. Metode uji kualitatif menggunakan pereaksi KI 0,5 N dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal yang sederhana, cepat, dan mudah dalam mendeteksi keberadaan merkuri pada produk kosmetik sebelum dilakukan analisis lanjutan menggunakan metode instrumental.
Analisis Penetapan Kadar Asam Salisilat melalui Metode Titrasi Asam-Basa (Alkalimetri) Rifani Hutami Supardi; Sekar Ayu Pratiwi; Salwa Arini Gani; Bunga Djumaati; Naysila Ayriza Neu; Siti Magfira Yusup; Wulan Dwi Makaminan
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.12104

Abstract

Pengendalian mutu sediaan farmasi memerlukan penetapan kadar zat aktif untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan kadar asam salisilat dalam sampel bedak menggunakan metode titrasi asam-basa (alkalimetri). Metode yang digunakan meliputi pembuatan dan pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan kalium biftalat (KHP) sebagai baku primer, kemudian dilakukan titrasi terhadap sampel yang telah dilarutkan dalam etanol ternetralkan dengan indikator fenolftalein. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah muda yang stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume NaOH yang diperlukan untuk mencapai titik akhir titrasi sebesar 23,7 mL. Berdasarkan perhitungan dengan normalitas NaOH hasil pembakuan, kadar asam salisilat dalam sampel dapat ditentukan dan selanjutnya dibandingkan dengan kadar teoritis maupun persyaratan farmakope untuk menilai mutu sediaan. Metode alkalimetri terbukti sederhana, ekonomis, dan mampu memberikan hasil yang baik apabila pembakuan larutan, penentuan titik akhir titrasi, serta pembacaan volume titran dilakukan secara cermat. Ketelitian analis, kondisi larutan baku, dan penggunaan indikator yang tepat menjadi faktor penting yang memengaruhi akurasi hasil analisis. Oleh karena itu, metode alkalimetri masih relevan digunakan sebagai salah satu metode analisis kuantitatif dalam pengendalian mutu sediaan farmasi yang mengandung asam salisilat.