Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Fungsi Lapang Merdeka Sebagai Public Sport Center Dalam Mewujudkan Kota Sehat Akbar Devriansyah; Dian Purwanti; Andi Mulyadi
Prediksi : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 25, No 2 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v25i2.9574

Abstract

This study aims to analyze the optimization of Lapang Merdeka's function as a public sport center in Sukabumi City through the implementation of local government policies. The research was motivated by the deviation of the area's primary function due to commercial activities, inconsistencies in policy implementation, and the declining comfort of the community in utilizing Lapang Merdeka as a public sports facility. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using George C. Edward III’s policy implementation model, consisting of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that policy implementation has been carried out relatively well through socialization programs, supervision, sports development activities, and inter-agency coordination. However, the optimization of Lapang Merdeka has not been fully achieved due to the persistence of non-sport activities, budget limitations, inadequate supervision, and the need for stronger institutional coordination. Therefore, enhancing supervision, strengthening coordination among government agencies, and increasing public awareness are essential to ensure the sustainable and optimal functioning of Lapang Merdeka as a public sport center.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi fungsi Lapang Merdeka sebagai public sport center di Kota Sukabumi melalui implementasi kebijakan pemerintah daerah. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh terjadinya penyimpangan fungsi kawasan akibat aktivitas perdagangan, ketidaksesuaian pelaksanaan kebijakan, serta berkurangnya kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan Lapang Merdeka sebagai ruang olahraga publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik melalui sosialisasi, pengawasan, pembinaan olahraga, dan koordinasi antarinstansi. Namun, optimalisasi fungsi Lapang Merdeka belum sepenuhnya tercapai karena masih ditemukan aktivitas non-olahraga, keterbatasan anggaran, pengawasan yang belum optimal, serta koordinasi yang perlu diperkuat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, dan peningkatan kesadaran masyarakat agar fungsi Lapang Merdeka sebagai public sport center dapat terwujud secara optimal dan berkelanjutan.
GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA, TULIS DAN DIGITAL DI SISWA SMPN 4 CIDADAP (SATU ATAP) Andi Mulyadi; Dian Purwanti; Akbar Devriansyah; Siti Rohmah; Dinda Aulia Rustandi; Indriyani Indriyani; Dewi Patmasari; Mutya Firdaus; Muhammad Rijal Al Amin Rijal Al Amin; Rifqi Alwi Al Fahmi; Rifad Hidayah Pangestu; Muhammad Faisal Rafli; Mutia Amelia; Dzaniah Agistiani; Fino Falentino; Wulandari Nurlaila; Muhammad Ravi Firmansyah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35256

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan minat dan kemanpuan literasi siswa. Rendahnya tingkat literasi siswa menjadi perhatian serius khususnya di sekolah daerah seperti SMPN 4 Satu Atap Cidadap. Tujuan pengabdian ini membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di SMPN 4 Cidadap yaitu kurangnya minat baca tulis siswa dan membentuk karakteristik siswa yang berbudaya literasi. Metode pada tahap pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pada beberapa tahap yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi, diskusi serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 sebagai peserta kegiatan. Hasil kegiatan Literasi Sekolah (GLS) SMPN 4 Satu Atap Cidadap dilihat dari berbagai aspek bahwa para siswa yang mengikuti penuh kegiatan ini. Pada diskusi dan refleksi para siswa mampu menunjukkan peningkatan membaca, menulis dan mengenal literasi digital secara baik. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi para siswa, pihak sekolah dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dalam membangun jejaring kemitraan Pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah; Peningkatan Literasi Baca Tulis Dan Digital; Pengabdian Masyarakat; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) is an effort to enhance students' interest and ability in literacy. The low literacy level among students is a serious concern, particularly in regional schools such as SMPN 4 Satu Atap Cidadap. The purpose of this community service program was to help address the problems at SMPN 4 Cidadap, namely the lack of student interest in reading and writing, and to shape students' character into a literacy-oriented culture. The implementation method was carried out in several stages: preparation, delivery of material, practice, presentation, discussion, and reflection. The activities were conducted using participatory and interactive methods. The target participants were students from grades 7, 8, and 9. The results of the School Literacy Movement (GLS) activities at SMPN 4 Satu Atap Cidadap, observed from various aspects, showed that students fully participated in the program. During discussions and reflection sessions, the students demonstrated improvement in reading, writing, and a good understanding of digital literacy. Overall, this community service initiative had a positive impact on the students, the school, and Universitas Muhammadiyah Sukabumi in building a collaborative network between higher education and secondary schools. Keywords: School Literacy Movement; Improving reading, writing and digital literacy; Community service; School environment.