Miftahurrahman Miftahurrahman
Universitas Islam Al-Kifayah Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Kurikulum Pendidikan Berbasis Hadits dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital Penri Anto; Muhammad Syaifuddin; Miftahurrahman Miftahurrahman
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1017

Abstract

Hadits Nabi Muhammad ﷺ merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memuat prinsip dasar pendidikan, baik tujuan, materi, metode maupun evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum pendidikan yang terkandung dalam hadits serta relevansinya dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis isi terhadap teks-teks hadits yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu, pembinaan akhlak, pendidikan ibadah, serta pembentukan kepribadian muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan dalam perspektif hadits bersifat integral, mencakup dimensi keimanan, keilmuan, dan amal saleh secara seimbang. Materi kurikulum tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, serta pembentukan akhlak mulia. Hadits juga menekankan pentingnya metode pendidikan yang humanis seperti dialog, keteladanan, motivasi, dan pembelajaran bertahap sesuai kemampuan peserta didik. Prinsip lain yang ditemukan adalah universalitas pendidikan, kewajiban belajar sepanjang hayat, serta keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan kurikulum modern yang menekankan pendidikan karakter, life skill, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, hadits dapat dijadikan landasan normatif dan filosofis dalam merumuskan kurikulum pendidikan Islam di era sekarang agar mampu melahirkan generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Implementasi nilai-nilai kurikulum berbasis hadits diharapkan dapat memperkuat identitas pendidikan Islam sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman.