Penri Anto
Universitas Islam Al-Kifayah Riau, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Konsep Tarbiyah, Ta'lim, dan Ta'dib dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Lembaga Pendidikan Islam Penri Anto; Yundri Akhyar; Parlindungan Simbolon
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1015

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tiga konsep utama yang saling berkaitan, yaitu tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Namun, dalam praktiknya ketiga konsep ini sering dipahami secara parsial sehingga tujuan pendidikan Islam belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, perbedaan konseptual, serta hubungan fungsional antara tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib dalam membentuk manusia berilmu dan berakhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif melalui proses kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’lim berfokus pada proses pemberian ilmu pengetahuan, tarbiyah pada pembinaan dan pengembangan kepribadian secara komprehensif, sedangkan ta’dib menekankan pembentukan adab dan moralitas. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang utuh dalam sistem pendidikan Islam. Kesimpulannya, pendidikan Islam ideal harus mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan moral secara harmonis melalui penerapan konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib secara simultan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reorientasi kurikulum, metode pembelajaran, dan tujuan pendidikan Islam agar lebih menekankan pembentukan manusia berilmu, berakhlak, dan beradab sesuai nilai-nilai Islam.
Konsep Kurikulum Pendidikan Berbasis Hadits dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital Penri Anto; Muhammad Syaifuddin; Miftahurrahman Miftahurrahman
Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/ja.v5i1.1017

Abstract

Hadits Nabi Muhammad ﷺ merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang memuat prinsip dasar pendidikan, baik tujuan, materi, metode maupun evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum pendidikan yang terkandung dalam hadits serta relevansinya dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis isi terhadap teks-teks hadits yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu, pembinaan akhlak, pendidikan ibadah, serta pembentukan kepribadian muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan dalam perspektif hadits bersifat integral, mencakup dimensi keimanan, keilmuan, dan amal saleh secara seimbang. Materi kurikulum tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, serta pembentukan akhlak mulia. Hadits juga menekankan pentingnya metode pendidikan yang humanis seperti dialog, keteladanan, motivasi, dan pembelajaran bertahap sesuai kemampuan peserta didik. Prinsip lain yang ditemukan adalah universalitas pendidikan, kewajiban belajar sepanjang hayat, serta keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Konsep tersebut memiliki relevansi kuat dengan kurikulum modern yang menekankan pendidikan karakter, life skill, dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, hadits dapat dijadikan landasan normatif dan filosofis dalam merumuskan kurikulum pendidikan Islam di era sekarang agar mampu melahirkan generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Implementasi nilai-nilai kurikulum berbasis hadits diharapkan dapat memperkuat identitas pendidikan Islam sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman.