Kanker prostat merupakan kanker kelima terbanyak di Indonesia dengan lebih dari 13.000 kasus baru setiap tahunnya. Sekitar 50% pasien datang pada stadium lanjut dan bermetastasis, padahal deteksi dini melalui tes darah Prostate Specific Antigen dapat meningkatkan angka kesembuhan hingga 90%. Kanker prostat merupakan penyakit yang tumbuh lambat, berpotensi mematikan, dan biasanya ditemukan pada pria di atas usia 50 tahun. faktor risiko terjadinya kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia akibat perubahan hormonal, faktor genetic mulai dari masa remaja sampai usia lanjut, sehingga dengan edukasi yang diberikan tentang kanker prostat dapat meningkatkan literasi kesehatan sejak dini, dan diharapkan remaja mampu mengurangi faktor risiko kanker prostat serta memiliki kesadaran akan pentingnya deteksi dini pada usia yang tepat. Gejala kanker prostat berkembang seiring dengan pembesaran kelenjar secara bertahap, yang sering memengaruhi fungsi berkemih dan seksual. Prostat yang membesar dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine, menyebabkan sering buang air kecil dalam jumlah sedikit, kesulitan memulai buang air kecil, atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil. Tujuan pengabdian ini untuk dapat menilai Tingkat pengetahuan remaja laki-laki mengenai kanker prostat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mencakup pemberian materi edukasi mengenai tanda dan gejala, factor Risiko, pengobatan dan pencegahan, yang dilengkapi dengan pengukuran awal (pre-test) dan evaluasi setelah edukasi(post-test) untuk menilai dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa intervensi edukasi berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai kanker prostat, dengan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulan dari pengabdian ini menekankan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran terhadap kanker prostat serta perlunya program berkelanjutan untuk mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit.