Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Penyuluhan kepada Remaja Laki-Laki terkait Kanker Prostat di RT 22 RW 07, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang Deviarbi Sakke Tira; Soleman Landi; Gracela Wilmina Raja; Laurensia Natalia Abigail Nong; Maria Cinthia Wonga; Maria Gabriela Wuaraghi; Maria Yenivita Dai Laot; Natalia Arynertian Ere; Yohana Corsini Zendang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4597

Abstract

Kanker prostat merupakan kanker kelima terbanyak di Indonesia dengan lebih dari 13.000 kasus baru setiap tahunnya. Sekitar 50% pasien datang pada stadium lanjut dan bermetastasis, padahal deteksi dini melalui tes darah Prostate Specific Antigen dapat meningkatkan angka kesembuhan hingga 90%. Kanker prostat merupakan penyakit yang tumbuh lambat, berpotensi mematikan, dan biasanya ditemukan pada pria di atas usia 50 tahun. faktor risiko terjadinya kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia akibat perubahan hormonal, faktor genetic mulai dari masa remaja sampai usia lanjut, sehingga dengan edukasi yang diberikan tentang kanker prostat dapat meningkatkan literasi kesehatan sejak dini, dan diharapkan remaja mampu mengurangi faktor risiko kanker prostat serta memiliki kesadaran akan pentingnya deteksi dini pada usia yang tepat. Gejala kanker prostat berkembang seiring dengan pembesaran kelenjar secara bertahap, yang sering memengaruhi fungsi berkemih dan seksual. Prostat yang membesar dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine, menyebabkan sering buang air kecil dalam jumlah sedikit, kesulitan memulai buang air kecil, atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil. Tujuan pengabdian ini untuk dapat menilai Tingkat pengetahuan remaja laki-laki mengenai kanker prostat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mencakup pemberian materi edukasi mengenai tanda dan gejala, factor Risiko, pengobatan dan pencegahan, yang dilengkapi dengan pengukuran awal (pre-test) dan evaluasi setelah edukasi(post-test) untuk menilai dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa intervensi edukasi berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai kanker prostat, dengan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulan dari pengabdian ini menekankan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran terhadap kanker prostat serta perlunya program berkelanjutan untuk mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga seuntuk Menurunkan Praktik Pembakaran Sampah di Kelurahan Lasiana RT 033/ RW 009 Kota Kupang Deviarbi Sakke Tira; Laurensiana Juju; Maria Gabriela Wuaraghi; Maria Vidya Elisa Hayon; Maria Viola Bate Molo; Gladys Andhini Martini Ndeo; Firanti Duru; Grenal Betrin Dillak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4196

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi isu kesehatan lingkungan di wilayah perkotaan, salah satunya ditandai dengan tingginya praktik pembakaran sampah oleh masyarakat. Praktik ini berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan melalui kegiatan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui survei dan observasi lapangan, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG, pelaksanaan edukasi kesehatan lingkungan dengan media leaflet dan penyuluhan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test pengetahuan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat RT 033/RW 009 Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman terkait dampak pembakaran sampah dan alternatif pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan lingkungan berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendorong perubahan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.