Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Tarian Tradisional Papua Terintegrasi Etnografi Papua untuk Pelestarian Budaya Mahasiswa STKIP Hermon Timika Densemina Yunita Wabdaron; Ruben Sonda; Habibi Sutirta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4625

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa STKIP Hermon Timika dalam tarian tradisional Papua serta mengintegrasikan praktik seni budaya dengan mata kuliah Etnografi Papua. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik budaya melalui tujuh tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, perencanaan, sosialisasi, pelatihan inti, refleksi, evaluasi, dan pementasan akhir. Peserta berjumlah 72 mahasiswa semester dua dari Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Jasmani, yang dibagi dalam delapan kelompok untuk mempelajari Yosim Pancar, Seka, Wisisi, serta tari kolaboratif Wisisi-Seka. Hasil evaluasi akhir menunjukkan bahwa peserta memperoleh nilai rata-rata sebesar 76/100. Sebanyak 35 mahasiswa (48,6%%) berada pada kategori sangat baik, 27 mahasiswa 37,5%%) pada kategori baik, dan 10 mahasiswa 13,9%%) pada kategori cukup. Aspek dengan capaian tertinggi adalah pemahaman budaya dengan nilai rata-rata 82, sedangkan aspek yang masih memerlukan penguatan adalah gerak dengan nilai rata-rata 70.
Kelas Literasi dan Bimbingan Belajar Gratis Monige Monige; Ratu Amalia Awal; Deasy Natalia Lessu; Nurwirhanuddin Nurwirhanuddin; Ruben Sonda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4054

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan menulis kalimat sederhana pada anak usia sekolah dasar di Kelurahan Sempan, Mimika. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan literasi anak akibat kurangnya pendampingan belajar di rumah dan tidak tersedianya bimbingan belajar di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendampingan kelompok kecil selama satu bulan melalui membaca terpandu, latihan menulis terstruktur, bimbingan tugas sekolah, dan literasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan 3–4 kali per minggu dengan durasi ±90 menit setiap pertemuan. Observasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan kemampuan membaca, menulis, dan motivasi belajar anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kelancaran membaca, kerapian tulisan, pemahaman bacaan, serta meningkatnya kepercayaan diri dan kemandirian anak dalam belajar. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan literasi berbasis komunitas efektif membantu anak belajar di luar jam sekolah dan layak direplikasi pada lingkungan masyarakat dengan permasalahan serupa.